Algojonya Koruptor Wafat, Mahfud MD : RIP Mas Ar

  • Whatsapp
IMG 20201129 153526
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan kabar duka, bahwa mantan hakim Mahkamah Agung (MA), Artidjo Alkostar telah meninggal dunia.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini,” kata Mahfud MD, Minggu (28/2/2021).

Bacaan Lainnya

Ia pun berdoa untuk kebaikan almarhum yang telah menghembuskan nafas terakhirnya itu.

Inna lillah wainna ilaihi rajiā€™un. Allahumma ighfir lahu,” imbuhnya.

Berdasarkan testimoninya, Artidjo Alkostar adalah sosok yang sangat garang dalam penegakan hukum di tanah air. Bahkan Mahfud menyebut, almarhum Artidjo semasa hidupnya adalah algojonya para koruptor.

“Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor. Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan back up politik,” ujarnya.

Mahfud juga menyampaikan, bahwa latar belakang pendidikan hukum dan dedikasinya dalam pendidikan bidang peradilan yang sangat baik telah mengantarkan sosok Artidjo Alkostar sebagai seseorang yang memiliki integritas tinggi. Bahkan karakter yang tegak lurus ini pun dibawanya sejak berprofesi sebagai pengacara.

“Dulu almarhum adalah dosen di Fakultas Hukum UII Yogya yang juga jadi pengacara. Selama jadi pengacara, (Artidjo) dikenal lurus,” jelas Mahfud.

Sementara itu, Mahfud juga menyebut bahwa Artidjo adalah salah satu gurunya di pendidikan hukum dahulu. Karena itulah, Mahfud merasa sangat banyak mengenal sosok almarhum dan sepak terjangnya semasa hidup.

“Tahun 1978 Artidjo menjadi dosen saya di FH-UII. Dia juga yang menginspirasi saya menjadi dosen dan menjadi aktivis penegakan hukum dan demokrasi. Pada 1990 atau 1991 saya dan Mas Artidjo sama-sama pernah menjadi visiting scholar (academic researcher) di Columbia University, New York,” paparnya.

“RIP, Mas Ar,” pungkas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. [RED]

Pos terkait