Komentari Partai Demokrat, Uki Sentil Veronica Koman

  • Whatsapp
Uki
Dedek Prayudi.

Inisiatifnews.com – Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi menyentil eks pengacara publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Veronika Koman karena ngawur mengomentari Partai Demokrat.

Di mana Veronika Koman menyebut bahwa pihak pemerintah Indonesia sedang berusaha mengambil alih kekuasaan Partai Demokrat yang dilabeli sebagai oposisi.

Bacaan Lainnya

Menurut Uki, Partai Demokrat tidak pernah menyebut dirinya sebagai partai oposisi dengan pemerintahan Jokowi-Maruf. Sehingga dasar berfikir Veronika Koman sudah salah tentang partai berlambang mersi itu.

“Premisnya aja udah ngawur,” kata Uki, Sabtu (6/3/2021) malam.

Uki merasa, statemen tersebut seolah Veronika lebih paham Partai Demokrat dibanding kader Demokrat sendiri.

“Mungkin mba Vero lebih demokrat daripada Demokrat,” imbuhnya.

Komentar Uki ini merujuk pada statemen eks Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Di mana Hinca menegaskan bahwa Partai Demokrat bukan partai oposisi, melainkan partai penyeimbang yang ikut mengawal jalannya pemerintahan agar tetap on the track.

“Sikap partai itu kan dari dulu kami ini partai penyeimbang, dukungan kepada pemerintah yang ada, agar pemerintahan ini baik ke depan, kalau dia baik semua kita baik,” kata Hinca Panjaitan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Hinca menjelaskan, dalam DNA Partai Demokrat tak mengenal istilah oposisi. Karena pemerintah sudah seharusnya didukung oleh semua pihak, meski sebelumnya bersaing dalam kontestasi politik.

“Yang jelas bahwa DNA partai ini, etika politik kami begitu, yang sudah baik teruskan kita dukung, tapi kalau ada yang kurang baik ya kita harus kritisi supaya baik,” ujar Hinca.

Seluruh kader Partai Demokrat juga diminta untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan mengutamakan masyarakat. Selain itu, kader mesti mengedepankan etika berpolitik yang baik.

“Kami bagian dari negeri ini, untuk mengembangkan. Kita lihat saja apa yang terjadi ke depan, tapi pasti masyarakat sudah mengerti dan semua kader tadi bersemangat menerima sikap politik Partai Demokrat,” paparnya.

Sebelumnya, melalui akun Twitter pribadinya, Veronika Koman ikut berkomentar tentang polemik yang terjadi di internal Partai Demokrat.

Di mana ia menyebut bahwa pihak pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin yang ia sebut sebagai “Istana” telah mengambil alih Partai Demokrat.

Hal ini lantaran Ketua Umum DPP Partai Demokrat versi KLB Medan adalah Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Presiden (KSP).

“Gw ga paham dan ga tertarik dengan dinamika internal Partai Demokrat. Tapi fakta bahwa orang Istana mencaplok partai oposisi, itu gejala yang mengkhawatirkan,” kata @VeronicaKoman.

Pos terkait