Uki Sebut Isu Jokowi 3 Periode Sama Tak Bergunanya dengan Isu PKI

  • Whatsapp
dedek prayudi
Juru bicara PSI, Dedek "Uki" Prayudi.

Inisiatifnews.com – Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi menilai bahwa isu Jokowi 3 Periode yang dihembuskan beberapa kalangan politisi di Indonesia sama sekali bukan isu yang penting untuk dikonsumsi publik.

Apalagi, Presiden Joko Widodo secara pribadi pun sudah sering kali menyatakan, tidak sepakat dengan wacana amandemen yang memberikan ruang bagi jabatan Presiden bisa dipilih tiga kali.

Bacaan Lainnya

Menurut Uki, kualitas isu tersebut sama halnya dengan isu Partai Komunis Indonesia (PKI). Baginya, kedua isu itu memiliki kualitas yang sama-sama tidak penting untuk disematkan saat ini.

“Isu Jokowi 3 periode ini sama tidak ada gunanya dengan isu PKI. Bahkan sebagai hantu pun dia gak ada,” kata Uki, Rabu (17/3/2021).

Demografer muda ini juga menyayangkan beberapa media bahkan kalangan portal berita mainstream ikut menghembuskan pro dan kontra isu tersebut.

“Respon media terhadap dua isu ini membuktikan orientasi media itu sendiri,” ujarnya.

Bagi Uki, seharusnya konsentrasi publik bisa lebih diarahkan untuk sesuatu yang lebih penting bagi keberlangsungan berbangsa dan bernegara saat ini, dibandingkan harus saling tarik urat syaraf untuk merespon isu yang tidak relevan itu.

“Energi terkuras cuma untuk isu yang relevansinya gak ada. +62 oh +62,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa Presiden Joko Widodo telah kembali bersuara untuk merespon isu dan wacana yang berkembang tentang jabatan Presiden menjadi 3 periode.

Baginya, ia tetap berada dalam sikapnya yakni patuh pada konstitusi, di mana jabatan Presiden hanya dibatasi 2 periode saja.

“Sebagai presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berdasarkan konstitusi, maka sikap saya terhadap konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden paling lama dua periode, tidak berubah,” kata Jokowi, Senin (15/3).

Bahkan ia sama sekali tidak memiliki niat tentang perubahan masa jabatan itu.

“Saya sama sekali tidak ada niat, juga tidak berminat, menjadi presiden tiga periode,” tegasnya.

Kepada siapapun termasuk yang menggoreng wacana itu, agar kembali ke aturan yang sudah ada saja.

“Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur masa jabatan presiden paling lama dua periode. Mari kita patuhi bersama,” seru Presiden.

Ia tak ingin ada kelompok atau individu manapun yang membuat wacana tidak penting, sehingga menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

Apalagi saat ini, pemerintah di bawah komandonya tengah berupaya keras untuk menanggulangi wabah Covid-19.

“Janganlah membuat kegaduhan baru di saat kita tengah fokus pada penanganan pandemi,” pungkasnya. [NOE]

Pos terkait