DPR Dukung Nadiem Makarim Berlakukan Sekolah Tatap Muka Juli

  • Whatsapp
000000000000000000000000000000000000000
Siswa sekolah dasar. [Ilustrasi]

Inisiatifnews.com – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP, Rojih Ubab Maemoen menyampaikan bahwa pihaknya telah menyetujui rencana pemerintah mulai memberlakukan sekolah tatap muka pada bulan Juli mendatang.

“Pada dasarnya kami menyetujui usulan ini,” kata Rojih dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).

Bacaan Lainnya

Pun demikian, sikap persetujuan ini tidak serta-merta keluar begitu saja, karena DPR sudah melihat beberapa aspek sehingga pihaknya satu suara dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

“Para siswa sudah semakin jenuh dengan sekolah daring, dimana banyak diantara mereka yang selama ini mengalami kendala saat menjalani sekolah jarak jauh tersebut sehingga mengakibatkan target dari proses belajar mengajar kurang terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, karena sudah terlalu lamanya pandemi di Indonesia, ditambah dengan sosialisasi yang terus dimasifkan oleh pemerintah tentang penerapan protokol kesehatan dan kebiasaan baru (new normal), Gus Rojih menyebut bahwa masyarakat pun cenderung sudah terbiasa.

Kondisi ini pun diyakini dan diharapkan bisa diterapkan dengan baik saat proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka nantinya.

“Saat ini masyarakat sudah mulai banyak yang terbiasa menerapkan protokol kesehatan berupa menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dan protokol kesehatan diharapkan bisa juga diterapkan selama di sekolah,” paparnya.

Di samping itu, beberapa negara juga disebut telah banyak yang menerapkan proses belajar tatap muka di situasi pandemi. Asalkan penerapan protokol kesehatan bisa dipatuhi dengan baik oleh semua pihak, tentu tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan.

“Sudah banyak negara yang sudah menerapkan sekolah tatap muka dengan tetap berhasil mengantisipasi penularan Covid 19, maka Indonesia perlu juga mencoba untuk juga menerapkannya,” sebutnya.

Pada dasarnya, bisa atau tidaknya penerapan kebijakan sekolah tatap muka ini bukan hanya dibebankan kepada pemerintah saja, melainkan menjadi ikhtiar kolektif semua pihak. Karena persoalan pendidikan juga menjadi sesuatu yang sangat penting.

“Agar sekolah tatap muka yang rencana akan dilakukan pada Juli tahun ini berhasil perlu dukungan semua pihak seperti orang tua, guru, penjual makanan di sekolah-sekolah, hingga dukungan pemerintah pusat,” tutur Gus Rojih.

“Dukungan pemerintah pusat misalnya dengan melakukan vaksinasi kepada semua guru, penjaga sekolah, hingga penjual makanan,” sambungnya.

Terakhir, putra dari KH Abdulloh Ubab bin Maimoen Zubair ini tetap memberikan penekanan kepada pemerintah dan semua pihak yang ikut berperan untuk mengedepankan unsur kehati-hatian.

“Dalam menerapkan sekolah tatap muka, tetap perlu diperhatikan asas kehati-hatian dan kewaspadaan. Misalnya jika ada suhu anak di atas 37,5 C perlu dilakukan isolasi di sekolah sebelum diserahkan kepada petugas kesehatan atau kepada orang tua,” tandasnya.

“Jika perlu sekolah menyediakan GeNose untuk mendeteksi kemungkinan siswa terpapar Covid 19. Kehahati-hatian itu juga bisa diperlihatkan dengan memastikan protokol kesehatan diberlakukan dengan ketat,” pungkasnya.

Pos terkait