Syarwan Hamid Meninggal, TNI Berduka

  • Whatsapp
syarwan hamid
Syarwan Hamid.

Inisiatifnews.com – Kepala Pusat Penerangan TNI (Pupen TNI), Mayjen TNI Achmad Riad menyampaikan kabar duka atas meninggalnya salah satu mantan prajurit terbaiknya, yakni Letnan Jenderal TNI purnawirawan Syarwan Hamid.

“Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un. Kapuspen TNI beserta segenap jajaran Puspen TNI turut berduka cita atas wafatnya Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, Kapuspen ABRI periode 1993-1995,” tulis @Puspen_TNI, Kamis (25/3/2021).

Bacaan Lainnya

Mereka berdoa untuk kebaikan almarhum. “Semoga pengabdian perjuangan dan amal ibadah Almarhum senantiasa diterima Allah SWT,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa Letjen (purn) TNI Syarwan Hamid dikabarkan telah meninggal dunia pada Kamis (25/3) dini hari dalam usia 77 tahun.

Menteri Dalam Negeri di era Presiden BJ Habibie ini selama ini dikenal sebagai tokoh militer dan politik di Indonesia.

Jejak militernya dimulai saat menempuh pendidikan di Akademik Militer Nasional di Magelang pada 1963-1966. Ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat pada tahun 1980.

Setelah lulus, ia langsung menjadi Komando Batalyon Infanteri Badak Putih, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1980-1983. Syarwan juga pernah menjabat sebagai Assospol Kassospol ABRI pada 1995-1996.

Saat itu ia juga dikirim ke Aceh untuk meredam Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Untuk mensukseskan rencana itu ia memilih untuk mendekati pesantren-pesantren di Aceh.

Tidak mengherankan jika strategi itu dipilih. Sebab, Syarwan sendiri saat itu dikenal sebagai TNI yang dekat dengan politisi dan intelektual Islam. Oleh karenanya ia juga dijuluki sebagai ‘TNI Hijau’.

Pos terkait