Samakan Dirinya Sebagai Musa dan Jokowi Firaun, Hehamahua Dinilai Seperti Iblis

  • Whatsapp
presiden jokowi terima audiensi tp3
Presiden Joko Widodo saat menerima audiensi TP3 pimpinan Abdullah Hehamahua.

Beberapa kalangan menyayangkan narasi yang dibangun oleh Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar Front Pembela Islam (FPI) Abdullah Hehamahua yang menyebut dirinya bak Nabi Musa sementara Presiden Joko Widodo bak seperti Raja Fir’aun.

Salah satunya adalah direktur eksekutif Komite Pemberitasan Mafia Hukum Habib Muannas Alaidid. Ia menilai bahwa narasi yang tengah dibangun oleh Abdullah Hehamahua itu layaknya narasi iblis yang tidak patut untuk ditiru oleh orang yang memiliki adab.

Bacaan Lainnya

“Ini orang cara berpikirnya sama seperti iblis, jangan ditiru,” kata Muannas, Kamis (15/4/2021).

Seharusnya, jika memang Abdullah Hehamahua adalah orang yang memiliki ilmu dan adab yang baik, tentu tidak membangun sentimen semacam itu. Apalagi menurutnya, semua orang tahu betul jika Presiden Jokowi adalah seorang muslim yang taat dengan agamanya.

“Kalau sudah benci yang dilihat jeleknya aja, hanya karena beda dengan kelompoknya, meski semua tahu Jokowi juga muslim,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh influencer Muhammad Guntur Romli. Ia menganggap Abdullah Hehamahua yang juga Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi Reborn itu adalah sosok orang yang sombong.

“Jangan takabur, sombong, sudah merasa seperti nabi, dengan menuding lawannya seperti firaun,” kata Guntur Romli.

Ia menyayangkan bahwa Abdullah Hehamahua hanya menggunakan sentimen keagamaan tertentu untuk kepentingan kelompoknya saja, tidak lebih dari itu.

“Musa alaihissalam adalah nabi dan rasul, bukan ketua partai. Politisasi agama dipake hanya untuk kepentingan partai saja ini,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa ucapan Abdullah Hehamahua itu disampaikan sebagai testimoni dirinya usai dipanggil oleh Presiden Joko Widodo karena suratnya yang ingin beraudiensi tentang kematian 6 laskar pengawal Habib Rizieq Shihab di KM 50 Jalan Tol Jakarta – Cikampek.

Hehamahua kemudian mengatakan, pertemuan tersebut bak Nabi Musa mendatangi langsung Firaun guna menyampaikan kebenaran.

“Singkatnya besok kami datang, kami sepakat datang seperti Musa datang ke Firaun,” ujarnya dalam video milik Ustadz Demokras- yang ditayangkan 13 April 2021.

Meski begitu, dia mengaku bukan bermaksud menganggap Jokowi sebagai Firaun. Hanya saja, dia sama-sama penguasa seperti Firaun.

“Tidak berarti Jokowi itu Firaun, tapi kita menempatkan posisi dia penguasa seperti ketika Firaun jadi penguasa, dan kami seperti Musa yang perjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, kemudian menegakkan keadilan,” sambung eks Penasihat KPK itu. []

Pos terkait