Gelar Aksi di Patung Kuda, KSPI Minta Hakim MK Batalkan UU Cipta Kerja

  • Whatsapp
aksi KSPI
Sekjen KSPI Ramidi Abdul Majid didampingi Ketua Umum FSP KEP Sunandar dan Sekjen DPP FSPMI Sabilar Rosyad. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Sekjen KSPI), Ramidi Abdul Majid menyampaikan, bahwa aksi unjuk rasa yang digelarnya hari ini adalah untuk mengawal proses persidangan perdana gugatan judicial review uji formil UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Alasan mengapa pihaknya mengajukan uji formil terhadap UU Cipta Kerja, karena menurut pendapat mereka, seluruh rangkaian proses pembentukan UU tersebut memiliki masalah.

Bacaan Lainnya

“Karena dari tahapan yang ada mulai perencanaan, penyusunan, drafting dan pengundangan cacat hukum,” kata Ramidi kepada wartawan di tengah aksi unjuk rasanya di sekitar bilangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2021).

Oleh karena itu, Ramidi pun menyampaikan permohonannya kepada para majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengabulkan gugatannya dengan cara membatalkan seluruh UU Cipta Kerja.

“Semua tahu, kita minta mejalis hakim MK untuk bersikap adil dan kami yakin UU Cipta Kerja akan dicabut dan gugatan kami dikabulkan hakim,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh KSPI bersama dengan federasi serikat pekerja di bawahnya. Hadir perwakilan dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) serta Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES-R).

Dalam menjalanan aksinya, massa buruh yang dipimpin oleh Said Iqbal tersebut dilakukan dengan mengindahkan protokol kesehatan. Mereka membatasi jumlah massa yang hadir tak lebih dari 50 orang. [NOE]

Pos terkait