100 Hari Kerja Kapolri, Ini Harapan KMHDI ke Jenderal Listyo

  • Whatsapp
I Putu Yoga Saputra
Ketua Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) I Putu Yoga Saputra.

Inisiatifnews.com – Ketua Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) I Putu Yoga Saputra mengapresiasi dan mendukung kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memimpin institusi penegak hukum tersebut.

Baginya, banyak sekali harapan masyarakat kepada Jenderal Listyo agar Polri bisa menjadi lembaga yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Di sebuah momentum 100 hari Kapolri ini, tentunya banyak harapan yang mendasar untuk kerja-kerja Kapolri ke depannya,” kata Putu Yoga dalam keterangannya yang diterima wartawan, Rabu (12/5/2021).

Harapan besar Yoga kepada Jenderal Listyo adalah agar Polri bisa lebih mengedepankan sisi humanismenya dalam menyikapi masyarakat.

“Kami berharap Kapolri dalam melaksanakan dan menjalankan tugas tugasnya lebih memperhatikan aspek aspek humanisme dalam menghadapi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pria kelahiran Jogjakarta, 28 November 1997 ini juga berharap besar kepada Kapolri agar menindak tegas para pelaku intoleran yang selama ini menjadi batu kerikil dalam berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat.

“Kami juga berharap kepada kerja-kerja Kapolri ke depannya, bahwa dalam memberantas segala bentuk kelompok intoleran yang mengancam keutuhan bangsa,” harapnya.

Tidak hanya para pelaku intoleran saja, bahkan kepada para pihak yang suka melakukan penistaan agama juga perlu ditindak tegas sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kelompok-kelompok penista agama yang mengancam terpecahnya bangsa kita, mengingat bangsa kita merupakan bangsa yang terdiri dari beragam suku dan agama, tentunya hal tersebut akan sangat mengancam jika tidak ditindak dengan tegas,” imbuhnya.

Equality before the law juga menjadi tantangan sendiri bagi institusi Polri. Kesamaan kedudukan di mata hukum adalah kunci agar korps Bhayangkara bisa berlaku adil.

“Kami juga berharap Kapolri dalam menegakkan hukum tidak memandang si kaya dan si miskin, agama a dan agama b, suku c dan suku d. Hukum adalah perwujudan keadilan di bangsa ini, hukum tidak boleh memandang segala bentuk latar belakang,” paparnya.

Inovasi Polri

Lebih lanjut, Yoga juga menilai berbagai inovasi yang digalakkan oleh Polri perlu didukung demi peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan Kepolisan kepada publik.

Apalagi, di era kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo, Polri juga telah membuat program pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara digital.

Ada juga program tentang e-Tilang yang sangat bermanfaat untuk meminimalisir praktik publik yang biasa digunakan oleh oknum polisi nakal untuk memeras masyarakat dengan dalih pelanggaran lalu lintas.

“Kami juga sangat mendukung upaya kapolri dalam inovasi pelayanan secara digital, seperti pembuatan sim dll. Dan juga seperti adanya tilang online,” ujar alumni jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar, Sulawesi Selatan ini.

Hanya saja, digitalisasi layanan kepolisian kepada masyarakat ini perlu diimbangi dengan edukasi dan keterampilan dari masyarakat sendiri sebagai user.

Menurut Yoga, ini sangat penting agar layanan digital Polri mampu diimplementasikan dengan baik dengan bukti bahwa masyarakat sudah melek teknologi.

“Namun di balik inovasi yang brilliant ini tentunya ada hal ataupun pr besar untuk kapolri. Ketertinggalan kita di dunia digital tentunya ini akan sangat berdampak, sosialisasi secara masif terkait pelayanan pelayanan digital adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh kepolisian agar bahwasannya masyarakat paham secara utuh pelayanan digital tersebut,” pungkasnya. [REL]

Pos terkait