Pemudik dari Zona Oranye-Merah Diminta Karantina Mandiri

  • Whatsapp
doni monardo
Kepala BNPB dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo.

Inisiatifnews.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo meminta kepada seluruh warga yang baru saja kembali dari wilayah zona merah dan oranye atau daerah dengan risiko penularan covid-19 tinggi sampai sedang untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Hal ini dikatakan Doni sebagai upaya untuk menekan potensi transmisi penularan virus korona di level mikro atau komunitas.

Bacaan Lainnya

“Mereka yang kembali dari daerah zona merah-oranye mohon berkenan untuk melakukan karantina mandiri di kediamannya. Semua ini dilakukan agar penularan kasus bisa kita kendalikan lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (17/5/2021).

Doni mewanti-wanti potensi kenaikan kasus covid-19 pascalibur panjang. Ia menyebut setiap selesai libur panjang, terjadi juga kenaikan kasus aktif hingga keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit covid-19.

Ia menyebut, pada setahun terakhir pascalibur panjang, kasus aktif mengalami peningkatan antara 78-116 persen. Sementara kasus kematian warga akibat terpapar covid-19 juga mengalami peningkatan kasus yang berkisar antara 46-75 persen.

“Oleh karenanya yang perlu kita perhatikan sekarang adalah bagaimana agar kasus tidak melonjak. Salah satu faktor utama adalah melakukan program karantina secara mandiri bagi mereka yang kembali dari bepergian,” pungkas Kepala BNPB itu.

Sebelumya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga sempat mengatakan para pelaku perjalanan arus balik mudik diwajibkan melakukan karantina selama lima hari pasca sampai di tempat tujuan.

Wiku menyebut hal itu dilakukan guna memastikan seluruh masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa dalam keadaan sehat, sehingga diharapkan mampu menekan laju penyebaran covid-19. [REL]

Pos terkait