Habib Muannas Sebut Habib Bahar Bukan Contoh Cucu Nabi yang Baik

  • Whatsapp
habib bahar bin smith
Habib Bahar bin Ali bin Smith.

Inisiatifnews.com – Praktisi hukum, Habib Muannas Alaidid menilai bahwa Habib Bahar bin Smith adalah salah satu contoh keturunan Nabi yang tidak baik.

“Bahar ini contoh keturunan yang belum tentu menjamin berakhlak baik,” kata Habib Muannas, Selasa (18/5/2021).

Bacaan Lainnya

Jika memang ia meneladani Nabi dalam bersikap, maka tidak bisa dibenarkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Habib Bahar tersebut.

“Nabi itu justru lemah lembut dan pemaaf sekaligus kesatria, tak mungkin mau ‘menghabisi’ supir online apalagi anak di bawah umur,” ujarnya.

Respon Muannas ini disampaikan untuk menanggapi statemen Habib Bahar bin Smith yang mengaku sebagai cucu Nabi Muhammad SAW ke 29 di Pengadilan Negeri Bandung.

Kepada majelis hakim, terdakwa Habib Bahar mengaku tiga kali memukul korban Andriansyah, sopir taksi online, menggunakan tangan kosong. Tiga kali pukulan yang mendarat di wajah dan tubuh korban itu dilakukan Bahar dalam durasi 10 detik.

“Saya pukul (korban) pakai tangan kosong,” kata Habib Bahar menjawab penyataan majelis hakim soal ada atau tidak benda lain di dalam mobil saat insiden pemukulan terhadap korban Andriansyah, terjadi.

Kemudian majelis hakim tentang jumlah pukulan yang dilayangkan Habib Bahar terhadap korban Andriansyah. Bahar mengaku lupa, sebab pukulan dilakukan secara cepat. “Kalau hitungan cepat, sepuluh detik diperkirakan. Saya perkirakan paling tiga pukulan yang mulia,” ujar Habib Bahar.

Mendengar jawaban terdakwa, ketua majelis hakim Surachmat menimpali, “Kalau (Manny) Pacquiao (petinju) dari Filipina itu 10 detik bisa 30 pukulan. Kalau habib (Habib Bahar) bilang sepuluh detik, itu lama,” timpal Surachmat.

Ditanya tentang bagian tubuh korban Andriansyah yang dipukul, Habib Bahar mengaku lupa. “Saya lupa. Itu spontan yang mulia. Takut salah jawab, saya jawab lupa,” tutur Habib Bahar.

Lalu majelis hakim menyebutkan hasil visum Andriansyah yang mendapatkan luka di kepala. Mendengar penjelasan majelis hakim, Habib Bahar tak membantah.

“Kalau memang di visum memar kepala, ya kepala saya pukul. Kalau memang ada bukti visum memar kepala, ya mungkin kepala. Kalau mulut ya mungkin mulut saya pukuli. Saya lupa yang mulia,” ucap Habib Bahar. [REL]

Pos terkait