Di Hadapan BEM UI, Mahfud MD : Demo Tak Dilarang, Asal Patuh Prokes

  • Whatsapp
Mahfud MD
Mahfud MD saat foto bersama dengan perwakilan BEM Universitas Indonesia di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. [foto : Istimewa]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD telah menerima perwakilan Alumni Universitas Indonesia (UI) bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi sehubungan dengan penetapan tersangka 9 mahasiswa UI dalam demonstrasi memperingati Hari Pendidikan Nasional awal Mei lalu.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang dijadikan tersangka adalah Ketua BEM Fakultas Hukum UI Surya Yudipura.

Kepada alumni dan mahasiswa UI itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menggalakkan restorative justice agar orang tidak mudah dihukum. Karena itu, Menko Mahfud mengatakan akan menanyakan perkembangan kasus ini ke Kepolisian RI.

“Saat ini, pemerintah bahkan menganjurkan penegak hukum untuk menerapkan restorative justice. Orang tidak perlu harus ditangkap dan dibawa ke pengadilan menjalani proses hukum,” kata Menko Mahfud dalam pertemuan dengan perwakilan Alumni dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, di Kantor Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).

Namun yang perlu dicatat bagi publik, bahwa pemerintah tidak melarang siapapun melakukan aksi unjuk rasa di depan umum. Hanya saja yang menjadi konsentrasi pemerintah saat ini adalah, bagaimana para demonstran tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya bersama menanggulangi wabah virus korona.

“Perlu anda ketahui, pemerintah tidak melarang orang untuk mengekspresikan pendapatnya di era pandemi, asalkan mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, didiskusikan juga mengenai proses demokratisasi dan penegakan hukum yang berlangsung di Indonesia.

Pesan Menko Polhukam kepada yang hadir, bahwa kita semua harus mengawal proses demokratisasi dan penegakan hukum di Indonesia.

“Tantangannya adalah bagaimana kita menegakkan hukum tapi tetap menjaga kualitas demokrasi,” pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan dari perwakilan alumni UI yakni Bachtiar Firdaus, Donny Gahral, Berly Martawardaya, dan Syaeful Mujab. Sedangkan dari pihak mahasiswa adalah Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, dan Wakil Ketua BEM FH UI, Nadya Jessica.

Kemeko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud MD saat menerima audiensi perwakilan alumni dan BEM Universitas Indonesia. [foto : Istimewa]

Mereka menyampaikan petisi dari Alumni dan Mahasiswa UI lintas angkatan dan fakultas, yang antara lain; mengajak segenap masyarakat Indonesia menuntut Kapolri untuk menghentikan proses hukum dan membatalkan penetapan status tersangka terhadap 9 orang peserta unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional 2021, Secepatnya mengeluarkan pedoman unjuk rasa di masa pandemi, agar polisi dapat menjalankan tugasnya untuk memfasilitasi masyarakat secara aman dan damai; bukan menggunakan alasan protokol kesehatan untuk membatasi hak warga negara dalam bersuara.

Ketua BEM UI, Leon Alvinda, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi sikap terbuka Mahfud MD saat menerima mereka untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami semua sungguh mengapresiasi Bapak Menko Polhukam Mahfud MD yang mau menerima dan mendengarkan masukan kami tentang hal ini,” kata Leon.

Ia menyampaikan, bahwa kesembilan orang temannya tersebut tidak ada yang ditahan, namun statusnya sebagai tersangka. [REL]

Pos terkait