FRAKSI KPK Minta KKN Dilenyapkan dari Lembaga Antirasuah

  • Whatsapp
fraksi kpk
Aksi unjuk rasa dari Fraksi KPK di depan gedung Komisi Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi (KPK) Jakarat Selatan, Rabu 16 Juni 2021. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Koordinator Front Aksi Masa Mendukung KPK (FRAKSI KPK), Syihab menilai bahwa banyak sekali praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang ada di Indonesia, salah satunya adalah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“KPK sebagai lembaga penegakan hukum harus bersih dan jauh dari benalu-benalu dan parasit yang mengganggu jalannya penegakan hukum tindakan KKN,” kata Syihab dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menilai, dengan alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), maka potensi terjadinya praktik KKN bisa dieliminir.

“Alih status pegawai KPK jadi ASN inilah penutup pintu bagi praktik KKN. Jadi yang ngamuk-ngamuk alih status ini perlu dipertanyakan motifnya,” ujarnya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan manuver yang dilakukan oleh Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos dalam asesmen alih status pegawai KPK menjadi ASN. Salah satunya adalah dengan proses tes wawasan kebangsaan (TWK).

Bagi Syihab, pimpinan KPK dan 1.269 pegawai yang telah lolos seleksi TWK dan dilantik menjadi ASN agar tetap fokus saja menjalankan tugas-tugas negara untuk melakukan pemberantasan tindak pindana korupsi di Indonesia. Baginya, nyaringan suara Novel Baswedan dan teman-temannya hanya akan menghambat kerja-kerja KPK saat ini.

“Pimpinan KPK jangan takut terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak tatanan penegakan hukum tindak pidana korupsi di tubuh KPK. Kami melihat selama ini Novel Baswedan Cs mereka itu seperti benalu-benalu dan parasit yang ada di KPK,” terangnya.

Kemudian, ia juga meminta agar Firli Bahuri tidak terpengaruh dengan manuver apapun yang dilancarkan oleh Novel Baswedan dan teman-temannya itu.

“Pimpinan KPK, ingat, rakyat bersama kalian, jangan takut,” tegasnya.

Terakhir, Syihab pun menegaskan bahwa pekerjaan KPK saat ini masih sangat banyak. Karena dugaan praktik-praktik tindak pidana korupsi yang ada di beberapa lembaga negara dan pemerintahan di semua lapisan masih berpotensi terjadi.

Oleh karena itu, ia tak ingin KPK terjebak dengan situasi dan polemik yang ada di internal mereka khususnya usai asesmen pegawai KPK dan membuktikan 75 orang pegawainya tidak lolos, salah satunya adalah Novel Baswedan.

“Kami masih tetap konsisten mendukung penegak hukum dalam hal ini KPK, dengan harapan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terus berjalan agar Indonesia semakin maju dan bersih dari praktek KKN. Ini semua bisa berjalan jikalau parasit-parasit dan benalu-benalu yang selama ini merusak KPK wajib dibumihanguskan,” pungkasnya. []

Pos terkait