Muannas Sebut Polarisasi Bukan Soal Capres, Tapi Politik Identitas

  • Whatsapp
muannas alaidid
Habib Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Habib Muannad Alaidid menilai bahwa ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh Muhammad Qodari dalam mendeklarasikan komunitas relawan Jokowi Prabowo 2024 (Jokpro 2024).

Hal ini lantaran jelas komunitas yang digadang-gadang oleh direktur eksekutif Indo Barometer itu melawan konstitusi, yakni jabatan Presiden maksimal hanya 2 (dua) periode saja.

Bacaan Lainnya

“Pandemi belum usai, Qodari sudah ribut 2024, bikin gagasan sampah 3 periode,” kata Muannas, Sabtu (19/6/2021).

Ia menangkis alasan Qodari yang ingin menghentikan polarisasi masyarakat dengan menyatukan dua sosok rivalitas politik yang ada, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dengan dalih penggabungan dua tokoh itu, para simpatisan kedua tokoh tersebut akan meredakan tensi.

Sayangnya, menurut Muannas, justru polarisasi masyarakat saat ini bukan soal siapa sosok calon Presiden yang akan berkontestasi, melainkan masifnya politik identitas yang mengkultuskan kelompok tertentu.

“Polarisasi bukan karena paslon (pasangan calon -red), tapi politik identitas. Hal yang memecah belah mestinya dihentikan mau siapapun paslonnya,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa Qodari telah mengakui bahwa komunitas Jokpro 2024 adalah gagasannya.

“Penggagas pertama saya,” kata Qodari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Alasan mengapa pihaknya ingin mendeklarasikan komunitas tersebut, karena ia ingin sekali mencoba mengakhiri polarisasi yang terjadi di kalangan masyarakat, khususnya pasca Pilpres yang menampilkan dua pasangan capres yakni Joko Widodo versus Prabowo Subianto, baik di Pilpres 2014 dan 2019.

“Karena saya melihat masalah polarisasi di tahun 2024 itu kecenderungannya akan semakin menguat, lebih kuat dibandingkan 2014 dan 2019. Solusinya menggabungkan dua tokoh merupakan representasi terkuat masyarakat Indonesia yaitu Prabowo dan Jokowi, Jokowi dan Prabowo sehingga polarisasi itu tidak terjadi,” tuturnya. []

Pos terkait