PKS Tolak Vaksinasi Gotong Royong Individu Berbayar

  • Whatsapp
Alifudin
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Alifudin.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Anggota Komisi IX DPR RI H Alifudin, menolak keras kebijakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengizinkan Kimia Farma untuk menjual vaksin untuk individu dalam skema vaksin gotong royong.

Padahal menurutnya, prinsip vaksinasi adalah gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Bacaan Lainnya

“Hal ini tidak pernah dibicarakan di Komisi IX yang ada adalah vaksin di beli perusahaan. Dan Perusahaan yang menggratiskan ke karyawannya, jangan karena alasan darurat, jadi DPR tidak mendapat penjelasan kebijakan tersebut. Banyak konstituen kami menanyakan soal vaksinasi berbayar ini,” kata Alifudin saat diwawancarai, Minggu (11/7/2021).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sangat menyayangkan langkah pemerintah, karena vaksinasi gotong royong individual ini bisa menjadi komersialisasi vaksin kepada masyarakat, dan ini akan menghambat program yang sudah dirancang bersama.

“Semua dikomersialisasi, rakyat sedang susah, jangan ditambah susah. Saya Alifudin tidak setuju dengan vaksinasi berbayar ini,” tegasnya.

Program vaksinasi nasional ini memiliki tujuan agar tercapainya Heard Imunity, namun Alifudin tidak setuju kebijakan ini diterapkan. Ia meminta agar pemerintah segera mendistribusikan vaksin gratis agar pemerataan vaksin tercapai.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno Putro, mengatakan pelayanan Program Vaksinasi Gotong Royong Individu sudah bisa diakses di 8 jaringan Klinik Kimia Farma.

Harga vaksin Covid-19 yang dijual Kimia Farma ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Vaksin covid-19 yang dijual Kimia Farma akan dilayani mulai 12 Juli 2021.

Pos terkait