Vaksin Berbayar, Uki : There Will Be a Time, But Not Now

  • Whatsapp
Uki
Dedek Prayudi.

Inisiatifnews.com – Demografer muda, Dedek “Uki” Prayudi berharap besar agar vaksin gotong royong (VGR) mandiri berbayar bisa dihentikan saja.

Apalagi, semenjak munculnya wacana dan kebijakan pemberlakukan vaksinasi berbayar itu, polemik muncul dan mempengaruhi perhatian publik terhadap program vaksinasi nasional.

Bacaan Lainnya

“Polemik soal VGR seharusnya dihentikan. Sudah gak relevan,” kata Uki, Selasa (13/7/2021).

Direktur eksekutif Centre for Youth and Population Research (CYPR) tersebut mengingatkan kepada pemerintah, agar tidak mengeluarkan kebijakan yang justru menjadi boomerang bagi pemerintah sendiri.

Namun ia juga berharap semua pihak menahan diri agar tidak memperluas polemik tersebut.

“Ngapain terus-terusan menggelindingkan bola salju yang udah meleleh?,” tandasnya.

“Pemerintah sudah mengatakan menunda VGR individu sampai jangka waktu yang belum ditentukan. Heran,” imbuhnya.

Secara personal, Uki mengaku tidak sepakat dengan vaksinasi individu berbayar. Karena menurutnya, jelas konsep vaksinasi mandiri berbayar adalah wujud komersialisasi terhadap vaksin Covid-19.

“Kalau yang dimaksud adalah vaksin berbayar untuk perusahaan yang kemudian dibagikan gratis kepada pekerja, saya termasuk rakyat yang dimaksud. Kalau yang dimaksud berbayar untuk individu, saya sebut itu komersialisasi,” tuturnya.

Jual beli vaksin Covid-19 sebenarnya tidak menjadi persoalan. Hanya saja, jika dilakukan di situasi seperti sekarang, tentu bukan waktu yang tepat.

Lebih baik kata Uki, pemerintah fokus saja bagaimana memperbaiki distribusi vaksin kepada masyarakat agar lebih cepat dan lebih banyak masyarakat mendapatkan manfaat dari vaksinasi tersebut.

There will be a time, but not now. Perbaiki aja distribusinya,” pungkasnya.

Pos terkait