Aksi Blusukan Jokowi Wujud Sense of Crisis Pemerintah

  • Whatsapp
Jokowi
Presiden Joko Widodo saat membagikan sembako, obat dan vitamin kepada warga Sunter secara langsung. [foto : Setkab.go.id]

Inisiatifnews.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menyebut bahwa aksi pembagian obat-obatan bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena dampak Covid-19, memang memiliki peluang bagi siapapun untuk menganggap aksi tersebut sebagai bentuk pencitraan belaka.

“Pak Jokowi membagi langsung sembako ke rumah warga itu memang kurang efektif, terkesan pencitraan dan beresiko membahayakan kesehatan Presiden,” kata Gus Nadir, Jumat (16/7/2021).

Bacaan Lainnya

Namun begitu, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI NU) Australia-Selandia Baru tersebut, aksi blusukan Presiden Joko Widodo adalah bentuk simbolik bahwa pemerintah peduli pada rakyatnya.

“Tapi hemat kami, langkah simbolis tersebut perlu untuk tunjukkan pemimpin hadir, care dan punya sense of crisis dalam situasi PPKM darurat,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh asal Tuban, Ana Khozanah Hidayati berharap agar apa yang dijalankan Presiden Joko Widodo dapat diteruskan oleh para kepala daerah agar program tersebut tercapai dan tepat sasaran.

“Tapi ini harus diteruskan oleh pemerintah di bawahnya yang lebih masif dan merata ke semua daerah yang terdampak PPKM Darurat,” kata Khozanah.

Perlu diketahui bahwa Presiden Joko Widodo telah melakukan aksi blusukan untuk mengetuk pintu masyarakat secara langsung. Aksi tersebut bertujuan untuk membagikan langsung obat-obatan bagi masyarakat yang tengah isoman karena dampak Covid-19.

“Blusukan ke rumah warga Sunter Agung, Jakarta Utara semalam, saya mengawali kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat, juga paket obat dan vitamin untuk yang menjalani isolasi mandiri. Semoga masyarakat lebih tenang menghadapi pandemi ini,” kata Presiden Jokowi kemarin.

Selain obat, Presiden juga membagikan langsung sembako dari pemerintah serta vitamin untuk menunjang kesehatan dan imunitas masyarakat.

“Untuk kegiatan ini, pemerintah sudah menyiapkan 200.000 ton beras untuk sembako, dan dua tahap pembagian obat dan vitamin,” ujarnya.

Pos terkait