Karyono Wibowo Nilai Rocky Gerung Cocok Jadi Kader Partai Demokrat

  • Whatsapp
rocky gerung
Rocky Gerung saat ikut kampanye perdana Partai Demokrat di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (24/3/2019).

Jakarta, Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa filsuf dan pengamat politik, Rocky Gerung cocok sekali menjadi kader partai Demokrat.

Hal ini disampaikan Karyono dengan menampilkan foto Rocky Gerung sedang mengenakan jaket warna biru dan di punggungnya bertuliskan “Aku Demokrat”. Memang, foto tersebut adalah peristiwa lama yakni ketika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kampanye perdana dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta tahun 2019 silam.

Bacaan Lainnya

“Rocky Gerung memakai baju partai Demokrat terlihat semakin gagah dan keren. Tidak hanya nampak gagah dan keren,  Rocky juga sangat cocok menjadi kader Demokrat,” kata Karyono dalam tulisannya yang dibagikan kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Ia menilai jika Rocky Gerung benar-benar bergabung dengan partai berlambang mersi tersebut, tentu akan memberikan nilai lebih bagi Partai Demokrat, khususnya keluarga Cikeas yang saat ini masih memimpin partai besutan almarhum Vince Rumangkang dan kawan-kawannya itu.

“Dengan bekal ilmu pengetahuan dan kemampuannya berdebat, dia sangat tepat sebagai tink thank partai Demokrat. Apalagi jika ditelusuri sepak terjang Rocky dalam pergulatan pemikiran di ruang publik secara tidak langsung menguntungkan partai berlambang segi tiga mercy itu,” jelasnya.

Sikap kritis dan keras Rocky Gerung dalam berbagai narasinya di ranah publik kepada Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini dianggap Karyono memiliki dampak yang sangat besar, khususnya para elite dan masyarakat yang berada di barisan oposisi dengan pemerintahan yang sah saat ini.

“Kritik Rocky yang sangat tajam dan dilakukan bertubi-tubi terhadap pemerintahan Jokowi secara tidak langsung memberikan benefit politik bagi oposisi. Sependek ingatan saya, dari total kritik yang terlontar lebih dari 90% mengkritik Jokowi dan pemerintahannya,” ujarnya.

Kualifikasi Rocky Gerung di ranah publik saat ini dinilai Karyono bak seperti juru bicara kelompok oposisi saat ini. Apalagi memang jika dilihat dari konsistensi Rocky Gerung di kanal-kanal kelompok oposisi, jelas sekali sikap politik Rocky di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

“Peran Rocky tidak hanya menunaikan tugas sebagai intelektual dan kritikus, tetapi di sisi lain, dalam persepsi publik seolah Rocky menjadi jubir tidak resmi kelompok oposisi,” nilainya.

Sikapi santai Rocky Gerung

Pengamat politik senior ini menganggap berbagai narasi yang dilontarkan oleh Rocky Gerung dalam menyikapi pemerintahan yang berjalan saat ini adalah hal yang biasa saja di dalam iklim demokrasi. Bahkan ia menilai tidak perlu ada sikap yang berlebihan.

Anggap saja kata Karyono, narasi yang dibangun oleh Rocky Gerung sebagai wujud dalam check and balances yang seharusnya dilakukan oleh kelompok oposisi.

“Hemat saya, hal ini tidak menjadi persoalan dan lumrah dalam sistem demokrasi. Kritik yang dilakukan Rocky sebaiknya disikapi dengan santai. Penyelenggaraan pemerintahan memang perlu check and balance. Jadi tidak masalah jika sikap kritis yang diperankan Rocky Gerung paralel dengan sikap partai oposisi dan simetris dengan posisi partai Demokrat yang memposisikan diri sebagai partai penyeimbang,” tutur Karyono.

Terakhir, Karyono mengingatkan semua pihak untuk tidak berada di luar koridor demokrasi, baik kelompok oposisi maupun kelompok oposan sekalipun. Sehingga pada akhirnya, tidak ada yang dikorbankan di dalam sistem yang baik dijalankan di Indonesia ini.

:Sistem pemerintahan demokrasi memang memerlukan kekuatan penyeimbang untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Namun, pelaksanaan demokrasi tentu harus berjalan sesuai konstitusi dan regulasi agar demokrasi tidak memakan anak kandungnya sendiri,” pungkasnya. []

Pos terkait