Baca Motif di Balik Serukan Aksi Tolak PPKM ala PB HMI Abdul Muis

  • Whatsapp
PB HMI
Sekretariat PB HMI DIPO.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menyayangkan adanya seruan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Abdul Muis Amiruddin.

Pria yang menyatakan diri sebagai Pimpinan Penjabat (Pj) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) tersebut menyerukan aksi unjuk rasa nasional untuk menolak PPKM yang dilakukan pemerintah saat ini.

Bacaan Lainnya

Menurut Stanislaus, jika memang HMI gerbong Abdul Muis merasa memiliki nilai intelektualitas yang baik, seharusnya ketidaksepakatan mereka bisa dituangkan di dalam format lain.

“Sebaiknya jika ada kelompok yang menolak PPKM juga menyampaikan solusi alternatif, yang benar-benar disertai dengan bukti dan kajian,” kata Stanislaus kepada wartawan, Kamis (5/8).

Dikatakan Stanislaus, bahwa aksi unjuk rasa di tengah upaya negara menanggulangi pandemi Covid-19 tidak sepatutnya dilakukan karena berpotensi menjadi ajang penularan baru virus korona di tengah masyarakat. Maka dari itu, ia harap aparat keamanan bisa menyikapinya dengan tegas.

“Ini perlu dicegah, jika benar-benar melakukan aksi jalanan maka harus ditindak tegas, termasuk pasal pelanggaran protokol kesehatan,” tandasnya.

Motif

Sebagai analis keamanan, Stanislaus juga mensinyalir adanya motif pribadi maupun kelompok di balik seruan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Abdul Muis dan teman-temannya. Hal ini dilihat dari agenda aksi unjuk rasa maraton dari 6 sampai 13 Agustus 2021, kemudian berujung pada tanggal 16 Agustus 2021 yang dipilih sekaligus untuk memperingati HUT RI ke 76 tahun.

“Dapat dilihat, motifnya bukan untuk kepentingan masyarakat tetapi untuk kelompok,” kata Stanislaus.

Perlu diketahui, bawah Abdul Muis sempat dilantik sebagai Pjs Ketum PB HMI oleh Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (MPK PB HMI) karena adanya polemik internal di organisasi hijau hitam di era kepemimpinan Arya Kharisma Hardy itu.

Sementara, Abdul Muis dan kelompoknya lebih menghendaki Kongres XXXI PB HMI di Makassar, bukan di Surabaya yang menghasilkan Ketua Umum baru yakni Raihan Ariatama.

Latar belakang ini pula yang dinilai bisa menjadi dugaan motif di balik seruan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Abdul Muis dalam misi politiknya di kepemimpinan organisasi hijau hitam itu.

Pos terkait