Gunakan Massa Bayaran, Ibrahim Sentil Aksi PB HMI Abdul Muis

  • Whatsapp
PB HMI
Sekretariat PB HMI DIPO.

Inisiatifnews.com – Aktivis sekaligus konten kreator, Ibrahim Malik Fatsey menyayangkan adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa di bawah komando Abdul Muis Amiruddin.

Menurutnya, aksi yang digalang oleh kader HMI yang kini mengaku sebagai PJ PB HMI tersebut telah membuat kerumunan dan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Kita lihat saja kondisi hari ini, masih darurat kesehatan nasional,” kata Ibrahim kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Ditambah lagi, Ibrahim juga melihat mayoritas massa aksi yang ikut melakukan demontrasi di depan gedung sekretariat PB HMI di Jalan Sultan Agung Nomor 25A tersebut adalah remaja bayaran. Sementara beberapa pria yang menggunakan atribut HMI tidak lebih dari 50 persen massa aksi yang berjumlah sekira 45 orang itu.

Demo HMI
Aksi tolak PPKM pimpinan PB HMI kubu Abdul Muis Amiruddin yang didominasi pemuda tanggung dari Jakarta Timur.

Sehingga menurutnya, aksi unjuk rasa yang digalang oleh Abdul Muis sama sekali tidak bisa disebut sebagai representatif gerakan aktivis HMI.

“Abdul Muis tidak merepresentasikan seluruh kader HMI alias klaim semata. Saya khawatir dan menduga bahwa Abdul Muis dan kawan-kawannya hanya ingin membuat keonaran dan provokasi kepada masyarakat semata,” ujarnya.

Jika memang itu tujuan utama dari gerakan demonstrasi di tengah pandemi seperti saat ini, serta saat diberlakukannya kebijakan PPKM sebagai upaya negara menanggulangi pandemi Covid-19, Ibrahim sepakat jika aparat keamanan memberikan tindakan tegas kepada Abdul Muis dan kawan-kawannya itu.

“Abdul Muis harus bertanggungjawab atas kerumunan di depan kantor PB HMI, ini perlu disikapi tegas,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa Abdul Muis Amirruddin mengaku sebagai PJ Ketua Umum PB HMI. Sementara PB HMI secara konstitusional telah memiliki ketua umum hasil Kongres XXXI di Surabaya dengan terpilihnya Raihan
Ariatama.

Abdul Muis sempat mengeluarkan instruksi agar seluruh ketua Badan Koordinator (Badko) dan Ketua Cabang HMI di seluruh Indonesia untuk melakukan unjuk rasa mulai tanggal 6 sampai 13 Agustus 2021. Kemudian, aksi puncaknya akan digelar pada tanggal 16 Agustus 2021 sebagai refleksi Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 76 tahun.

Pos terkait