Ketua BEM UI Sebut Beban Moral Jaga Reformasi Juga Ada di Senior 98

  • Whatsapp
Leon UI
Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra.

Inisiatifnews.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Leon Alvinda Putra mengingatkan kepada para senior-senior aktivis 98 agar tidak tidak hanya berpangku tangan melihat geliat pergerakan Mahasiswa saat ini yang ingin menjaga agenda-agenda reformasi.

Menurutnya, justru yang paling besar tanggungjawab moralnya saat ini adalah para senior-seniornya itu, khususnya yang sudah masuk ke dalam sistem pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Kewajiban menjaga reformasi gak hanya tugas mahasiswa, tapi harus juga jadi tanggungjawab para alumni atau aktivis 98 yang saat ini duduk di pemerintahan,” kata Leon dalam diskusi online yang digelar secara daring, Sabtu (7/8/2021).

Ia juga menilai jika memang para seniornya itu benar-benar ingin agar agenda reformasi yang sempat diperjuangkan di era tahun 1998 itu tetap berada di relnya, seharusnya mereka akan jauh berupaya lebih keras agar persoalan di era orde baru lalu tidak kembali terulang di era saat ini maupun mendatang.

“Kalian pasti lebih tahu apa yang dirasakan saat itu. Dan kalau memang senior-senior tidak mau rezim orde baru dulu terulang, seharusnya kalian juga ikut memastikan agar persoalan yang kalian hadapi dahulu tidak terjadi,” ujarnya.

Dikatakan Leon, bahwa Mahasiswa bukan satu-satunya elemen penggerak pengawal demokrasi dan agenda reformasi. Sehingga keterlibatan semua komponen penting terjadi.

“Jangan seolah mengawal agenda reformasi itu ada di Mahasiswa, tidak. Kita bukan satu-satunya elemen karena kita ini hanya sebagian kecil saja. Makanya kita harap didukung oleh semua elemen khususnya masyarakat yang berdampak langsung,” terangnya.

Aktivis Mahasiswa yang merupakan kader Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut memastikan bahwa para Mahasiswa masih tetap bergerak dan melakukan kajian-kajian yang konstruktif untuk kepentingan masyarakat secara luas.

“Kita juga terus berkoordinasi dan konsolidasi serta saling solidaritas. Kita BEM UI ada BEM SI yang tergabung dari berbagai kampus. Walau ada yang nggak tergabung pun kita tetap terus menjaga komunkasi. Teman-teman mahasiswa ini saling support kalau ada persoalan,” paparnya.

Bahkan berbagai agenda rakyat, para Mahasiswa terus ikut. Mulai dari gerakan elemen buruh maupun masyarakat lainnya.

“Misal kasus reklamasi, kami BEM UI ikut demo bareng maysarakat. Kasus sengketa lahan di Pancoran juga kita terlibat. Kita Mahasiswa bergerak dengan caranya sendiri, maka para senior silakan bergerak dengan caranya sendiri. Termasuk salah satunya pak Jubir Presiden yang aktivis 98, bang Fadjroel. Ini beban moral bagi para senior untuk ikut memperjuangkan ruang demokrasi, ini penting,” pungkasnya.

Pos terkait