Mahfud MD Ajak Pimpinan Perguruan Tinggi Lindungi Bangsa dari Serangan Hoaks

  • Whatsapp
mahfud md
Menko Polhukam RI, Prof Mohammad Mahfud MD.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Informasi palsu atau biasa disebut hoaks berpotensi memecah persatuan bangsa. Di masa pandemi Covid-19, hoaks memang benar-benar menjadi ancaman serius.

Namun di era perkembangan teknologi seperti saat ini ditambah lagi dengan aksesibilitas masyarakat dengan jejaring media sosial bisa menjadi penambah sulitnya mengatur masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan perangkat dan fitur teknologi yang mereka miliki.

Bacaan Lainnya

“Di era digital kita berhadapan dengan media sosial yang susah dikontrol. Misal pemerintah mau tutup satu akun, itu bisa jadi perkara, tidak boleh sembarangan,” ujar Mahfud saat dialog virtual dengan pimpinan pergurian tinggi keagamaan negeri/swasta, Jumat, (6/8).

Oleh karena itu Mahfud pun menggandeng para akademisi di perguruan tinggi bisa memiliki peran penting dalam membendung narasi-narasi yang tidak sehat yang tidak jelas sumbernya. Karena literasi digital sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dengan eforia kelompok tertentu saja dan mengabaikan fakta dan datanya.

“Perlu kerjasama pengertian hak tentang menjaga bagsa ini bukan hanya berdasar aturan hukum resmi. Tapi juga berdasar sikap moral kita untuk melindungi bangsa ini,” ujar Mahfud sembari menegaskan beberapa hari lalu dirinya melakukan dialog dengan Dewan Pers, Asosiasi Media dan pimpinan media nasional terkait bagaimana semua elemen bangsa bergandeng tangan melawan hoaks dan fake news.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hindu Indonesia – Bali, Danriasa menjelaskan era pandemi Covid-19 membuat masyarakat sangat sensitif dan mudah terprovokasi. Oleh sebab itu, dirinya sepakat pentingnya perguruan tinggi turut serta menebarkan informasi positif yang menjadi kebijakan dari pemerintah, terutama menghadapi informasi hoaks yang ada di media sosial.

“Oleh karena itu beberapa universitas di Bali sudah aktif membuat program dalam bentuk Podcast, untuk menyampaikan informasi informasi yang menjadi kebijakan pemerintah pusat yang diturunkan menjadi kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Danriasa menambahkan, bahwa perguruan tinggi sangat strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, politik, maupun hal lain yang berdampak pada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri Sida – Banten, Sapardi menjelaskan pentingnya komunikasi integral secara menyeluruh sehingga sampai ke bawah, dan masyarakat memahami bagaimana pemerintah sudah berupaya dengan sebaik mungkin dalam menangani kasus covid 19.

“Bagaimana kita memberikan pembelajaran kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memiliki pemahaman yang tepat dan tidak terjadi hoaks di media sosial,” ujarnya.

Pos terkait