Ngaku Twitternya Diretas, Sebaiknya Lapor Polisi

  • Whatsapp
4015955643
Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Henry Subiakto.

Inisiatifnews.com – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Henri Subiakto menilai, bahwa seluruh aktivitas di internet memiliki jejak digital. Termasuk di antaranya adalah aksi peretasan akun sosial media.

“Akun diretas itu meninggalkan jejak digital,” kata Henri, Senin (9/8/2021).

Bacaan Lainnya

Jika ada orang yang mengaku akun sosial medianya diretas, maka pembuktiannya bisa dilakukan dengan digital forensik oleh ahli di bidangnya, termasuk bisa dilakukan oleh lembaga penegak hukum seperti Kepolisian.

“(Pembuktiannya) bukan berdasar pengakuan verbal pemiliknya, tapi ada jejak peringatan platform yang akunnya dimasuki orang lain dengan perangkat yang berbeda. Atau ada jejak pelaku yang minta sesuatu,” jelasnya.

Jika memang benar adanya peretasan akun sehingga dinilai bisa menimbulkan merugikan, ia menyarankan korban peretasan tersebut melaporkan kepada pihak yang berwajib, sehingga bisa diinvestigasi lebih lanjut dan ditemukan pelaku serta motifnya melakukan kejahatan siber semacam itu.

“Agar ada bukti digital, bisa lapor penyidik lakukan investigasi,” ujarnya.

Sebelumnya, media sosial tengah dihebohkan dengan pengakuan elit Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Ia mengaku bahwa akun Twitter pribadinya telah diretas oleh orang lain.

Rachland Nashidik
Akun twitter RachlandNashidik tumbang.

Ia sempat menceritakan akun sosial medianya sempat diambil alih oleh pihak tan bertanggungjawab dengan cara mengirimkan kode OTP untuk reset password ke nomor GSM di ponselnya.

Jadi, Netizen yang budiman, semalam, 8 Agustus 2021, akun saya diretas. Tiba tiba saja akun saya keluar (log out) sendiri, saat saya sedang akan mengirim tweet. Ada pesan SMS masuk ke no GSM saya dari Twitter. Isinya: kode reset password saya. Padahal, saya tidak pernah meminta.

Pembajak kelihatannya menggunakan mekanisme “lupa password” untuk mengambil alih akun saya. Itu sebabnya ada sms masuk dari Twitter berisi kode reset password ke nomor GSM saya. Tapi jika benar, bagaimana pembajak mengetahui kode reset itu? Apakah Telkomsel bocorkan isi sms saya?

Begitu tulis Rachland di akun barunya @RachlandNash pada hari Senin 9 Agustus 2021 pukul 07:23.

Kasus pengakuan peretasan ini muncul saat banyak kalangan memprotes postingan Rachland tentang karikatur Presiden Joko Widodo dan ditempeli beberapa simbol negara, baik bendera merah putih dan ilustrasi lambang burung garuda dipaku di kening Presiden.

Tuding Telkomsel ?

Tak berapa lama mengaku akun Twitter pribadinya diretas, Rachland pun juga mempertanyakan apakah ada keterlibatan PT Telkomsel selaku provider telekomunikasi di Indonesia, di mana layanan produknya itu juga disebut digunakan oleh Rachland.

Telkomsel perlu menjawab, apakah perusahaan pelat merah ini akan membuka akses kepada SMS pelanggan, bila diminta oleh pihak di dalam lingkaran kekuasaan negara atau politik? Semoga tidak. Sebab hal itu adalah pelanggaran sangat serius kepada warga negara bukan pelaku kejahatan.

Tulis Rachland dalam kultweet-nya.

Pos terkait