IPO Sebut Kesalahan Pemerintah Bisa Geser Dukungan Publik ke Partai Oposisi

  • Whatsapp
dedi kurnia syah
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra dalam program talkshow Trijaya FM.

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra memberikan pandangannya, bahwa ada ancaman bahaya bagi pemerintah dan kelompok pendukungnya dalam menjalankan roda pemerintahannya. Salah satunya adalah dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Hal ini sempat memunculkan kabar bahwa perspektif publik lebih positif kepada partai-partai oposisi ketimbang partai pendukung pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Pertama, kemungkinan kekecewaan terhadap partai-partai yang ada di posisi pemerintah kemudian itu menggeser pilihan publik terhadap partai oposisi,” kata Dedi, Sabtu (14/6/2021).

Jika asumsi negatif terhadap kinerja pemerintahan saat ini, maka tingkar dukungan terhadap partai pro pemerintah pun bisa berdampak buruk. Suara publik berpotensi berlabuh di tiga partai politik saat ini, yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Amanat Nasional (PAN).

“Ini semacam pemerintahan semakin mengecewakan, maka semakin meningkat (dukungan publik kepada) kelompok-kelompok yang berada di oposisi, tinggal pilihannya mau Demokrat, mau PKS atau mau ke PAN,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan IPO periode 2-10 Agustus 2021, terdapat angka yang mengkhawatirkan dari sisi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dalam pemerintahannya terkait dengan penanggulangan pandemi Covid-19.

Di mana angka ketidakpuasan publik mencapai 41 persen dan tingkat kepuasan 52 persen. Angka ini lebih buruk dibandingkan survei pada bulan April 2021, yakni tingkat kepuasan 56 persen sementara tingkat ketidakpuasan 37 persen.

Pos terkait