Pemerintah Diharapkan Kompak dengan Ormas Islam Hadapi Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
dialog virtual
Para pimpinan ormas Islam saat dialog virtual bersama Menko Polhukam Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Para pimpinan ormas Islam berharap pemerintah aktif membangun dialog dengan berbagai lapisan masyarakat, terutama dengan ormas-ormas Islam dalam menghadapi pandemi COVID-19, sehingga hubungan pemerintah dengan ormas Islam terjalin erat.

Hal ini diungkapkan Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia KH Muflich Chalif Ibrahim dalam dialog virtual bersama Menko Polhukam Mahfud Md. Acara ini dihadiri 13 pemimpin ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jumat (13/8) malam.

Bacaan Lainnya

“Semoga semakin intens dan dijadwalkan pertemuan semacam ini. Semoga apa yang telah diupayakan Pak Menko dan kita semua ormas-ormas Islam bisa terjalin hubungan yang lebih erat, lebih kompak di antara kita di dalam menghadapi pandemi,” kata Muflich.

Hal serupa ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Menurutnya, perlu sekali menjaga silaturahmi dan persatuan nasional yang salah satunya membangun dialog dengan ormas Islam.

“Silaturahim diharapkan terus dilakukan selain daripada imbauan Al-Qur’an, juga untuk menjaga persatuan nasional,” papar KH Said Aqil, yang juga adalah Ketua Umum LPOI.

Kiai Said lantas mencontohkan, berbagai pertikaian yang terjadi di negara kawasan Timur Tengah. Menurutnya, hal itu terjadi karena di negara-negara itu tidak ada ormas besar yang bisa mempersatukan umat.

“Di Indonesia, alhamdulillah kita memiliki ormas-ormas Islam yang punya peran penting, tidak hanya ikut mendirikan negara, tapi juga menguatkan dan mempersatukan umat dan anak bangsa dari berbagai latar belakang partai politik yang berbeda” ujarnya.

Sementara itu, pimpinan ormas Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Khairan Muhammad Arif meminta pemerintah terbuka menerima masukan dan kritik. “Kritik dalam negara demokrasi adalah sesuatu yang niscaya, tinggal bagaimana pemerintah merespons kritik ini. Kritik itu juga bisa muncul dari rasa sayang setiap anak bangsa kepada pemerintah,” jelas Khairan.

Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, yang juga Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), menyorot khusus soal komunikasi publik pemerintah, baik dari segi substansi maupun pihak yang menyampaikan pesan. Dia meminta Mahfud membenahi komunikasi publik pemerintah agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut mantan Gubernur NTB itu, figur Mahfud sangat dibutuhkan dalam menyampaikan pesan dari pemerintah. TGB menyebut sosok Mahfud memiliki kredensial dan relatif banyak diterima berbagai kalangan.

“Saya berharap Pak Menko lebih rajin untuk memberikan kalimatul fasl, memberikan kejelasan-kejelasan, bukan sekadar penjelasan. Menurut saya, Bapak adalah orang yang punya kredensial untuk itu. Jadi mohon, Pak, untuk terus menyampaikan kejelasan-kejelasan kepada masyarakat,” ujar TGB.

TGB berharap Mahfud tidak kehilangan kesabaran untuk terus menjelaskan kepada masyarakat kebijakan-kebijakan pemerintah, baik kepada yang propemerintah maupun kepada mereka yang sering mencela pemerintah.

“Saya mengajak Pak Menko yang sudah terus-menerus melakukan ini, untuk menyebarkan gelombang ini diseluruh teman-teman di pemerintahan. Kita semua apresiasi, diperkuat komunikasi yang ikhlas, dalam arti menempatkan yang sama dan membuka komunikasi untuk semua,” ujarnya.

Pos terkait