Tanam Nasionalisme dan Patriotisme, PKL di BKT Kibarkan 50 Bendera Merah Putih

  • Whatsapp
Bendera Merah Putih
50 bendera merah putih berkibar di BKT Jakarta Timur dalam rangka menyambut HUT RI ke 76 tahun.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Memunculkan jiwa nasionalisme bisa dilakukan dengan berbagai cara yang positif, salah satunya adalah yang dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Millenial Indonesia (ASPEMI).

Para pedagang yang biasa berjualan di sekitar Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur itu ramai-ramai memasang bendera merah putih di setiap gerobak mereka. Sontak, pemandangan menakjubkan ini menyita perhatian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satu pedagang kaki lima, Ibu Sobri menyampaikan, bahwa dirinya sangat bangga telah mengibarkan bendera simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu di momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 76 tahun.

“Ya, kita pasang bendera merah putih kecil di setiap gerobak dan dagangan kita, dan kami bangga,” kata Ibu Sobri kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Setidaknya, ada 50 buah bendera merah putih berkibar di sekitar gerobak PKL tersebut.

Pengibaran bendera merah putih ini juga didukung oleh beberapa elemen gerakan Mahasiswa dan buruh. Diantaranya adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Komisariat Universitas Kristen Indonesia (GMNI UKI), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) DKI Jakarta.

Ketua GMNI Komisariat UKI, Jansen Henry mengatakan, bahwa semua bendera yang dipasang di sekitar lokasi jualan para PKL di BKT tersebut adalah karya sendiri. Mereka membeli kain merah dan putih kemudian dijahit sendiri.

“Bendera-bendera tersebut kami beli bahannya dan kami jahit sendiri di Sekretariat Konfederasi Sentral Gerakan Buruh Nasional,” kata Jansen.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP ASPEMI, Ruben Saputra Nababan menyampaikan, pengibaran bendera merah putih oleh anggotanya itu merupakan wujud penanaman dan eksistensi rasa nasionalisme mereka.

“Kami ingin menambahkan jiwa patriotisme dan jiwa nasionalisme kepada setiap anggota kami,” kata Ruben.

Sekaligus ia menyatakan bahwa para PKL yang tergabung di dalam afiliasinya yakin bahwa situasi sulit perekonomian Indonesia akan bisa segera diatasi oleh pemerintah, sehingga kehidupan mereka tetap bisa berjalan dan berkembang seperti sedia kala.

“Kami optimis, sesuai dengan tagline kami, patrioneurship yang merupakan elaborasi dari patriotisme dan entrepreneurship,” ujarnya.

Saat ditanya tentang pandangannya terhadap adanya sejumlah masyarakat yang mengaku PKL di daerah, khususnya di Yogyakarta, Ruben mengaku cukup menyayangkannya.

Karena menurut Ruben, menyikapi situasi pandemi yang melanda Indonesia secara menyeluruh tidak bisa hanya menggaungkan pesimisme berupa simbol bendera putih, justru di situasi sulit ini semua masyarakat harus membangun jiwa optimisme agar pandemi bisa lekas diatasi.

“Iya, memang kami sempat melihat adanya seruan pengibaran bendera putih di sejumlah daerah oleh para PKL, dan kami sangat menyayangkan hal tersebut,” tuturnya.

Di sekitar lokasi yang sama, terdapat gerakan pembagian beras kepada masyarakat. Bakti sosial ini dilakukan oleh BEMNUS DKI Jakarta.

Koordinator Daerah BEMNUS DKI Jakarta Wixen Nando mengatakan, bahwa ada 100 paket beras yang dibagikan pihaknya kepada masyarakat di sekitar BKT.

Pembagian beras ini juga dalam rangka mendukung gerakan yang dilakukan kawan-kawannya itu.

“Ya, kami senang melihatnya, bangga, maka dari itu kami apresiasi dengan bantuan beras yang kami punya,” kata Nando.

Pos terkait