Ke Mardani, Muannas : Ucapan Bela Sungkawa Presiden di Setiap Istighosah

  • Whatsapp
muannas dan jokowi
Habib Muannas Alaidid bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Jakarta, Iniisatifnews.com – Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Muannas Alaidid memberikan respon atas nyinyiran Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

Hal ini terkait dengan konten ucapan bela sungkawa atas wafatnya para korban Covid-19. Di mana Mardani menyayangkan Presiden Jokowi tidak mengangkat konten doa dan bela sungkawa itu di Pidato Kenegaraan saat menghadiri Rapat Tahunan di DPR RI, Senin (16/8) kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurut Muannas, konten tersebut tidak harus diucapkan Presiden saat pidato kenegaraan tersebut. Apalagi banyak materi pidato yang disampaikan Presiden dengan waktu yang cukup terbatas.

“Kalau hanya menyampaikan rasa empati itu gak mesti lewat pidato kenegaraan Pak Mardani Ali Sera,” kata Muannas, Selasa (17/8/2021).

Menurut Muannas, ucapan bela sungkawa dan rasa empati Presiden Jokowi kepada para korban Covid-19 sering disampaikan dalam kesempatan lain. Salah satunya adalah dalam acara gelar doa bersama dan istighosah.

“Karena banyak kesempatan Presiden Jokowi selalu sampaikan duka kepada semua korban covid dan keluarganya, mulai menggelar doa bersama sampai kerja keras atasi pandemi,” ujarnya.

Muannas pun mengharapkan agar Mardani tidak cerewet kepada hal-hal yang tidak substansial, apalagi hanya mencari kekurangan-kekurangan yang tidak perlu. Lebih baik ia menggunakan energi yang dimiliki untuk menyalurkan kebaikan kepada publik.

“Sudah dong, Anda jangan rewel terus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera mencoba mengulik sisi kekurangan pada konten pidato Presiden Jokowi dalam Rapat Tahunan 2021 bersama DPR, MPR dan DPD pada hari Senin 16 Agustus 2021.

Kekurangan konten pidato yang disentil Mardani adalah ucapan bela sungkawa Presiden kepada masyarakat yang menjadi korban Covid-19.

“Amat disayangkan pak Jokowi absen mengucapkan duka atas ratusan ribu rakyat yang meninggal akibat Covid 19 dalam pidato kenegaraannya. Mengingat banyaknya masyarakat yang kehilangan baik keluarga, sanak saudara, serta gugurnya para pejuang tenaga kesehatan di tengah pandemi ini,” kata Mardani.

Pos terkait