Husin Shihab Harap PA212 Percayakan Kasus Penodaan Agama ke Polisi

  • Whatsapp
Husin Shihab
Habib Husin Alwi Shihab.

Inisiatifnews.com – Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shihab mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia, khususnya kelompok Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) untuk mempercayakan kasus dugaan penodaan agama, khususnya terkait perkara Muhammad Kece.

“Biarkan polisi kerja dengan profesional, kita berdoa aja Muhammad Kace segera ditangkap,” kata Husin kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menilai, langkah untuk melakukan aksi unjuk rasa di jalanan di situasi pandemi masih berlangsung justru menjadi pilihan yang tidak bijak.

“Covid-19 nasional sudah melandai, jgn karena ada demo Covid-19 naik lagi. Susah lagi kita ntar,” ujarnya.

Ia sangat berharap tidak ada unjuk rasa yang menimbulkan kerumunan dan menjadi potensi viral load Covid-19 kembali tinggi. Apalagi seluruh komponen baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya di kawasan aglomerasi Jabodetabek hingga Surabaya sudah mulai berhasil menekan kasus Covid-19.

Husin pun tak ingin, keberhasilan ini justru dikacaukan dengan kerumunan-kerumunan masyarakat lagi.

“Kita berharap demo ini tidak terjadi. Jakarta, Bandung dan Surabaya sudah masuk level 3. Jangan karena ada demo dimana-mana soal Muhammad Kece berubah lagi jadi level 4. Kita percaya aparat kepolisian bekerja profesional soal laporan Muhammad Kece,” tandasnya.

Terakhir, Husin Shihab juga meminta dengan tegas kepada Kepolisian untuk bekerja profesional dan segera menangkap Muhammad Kece. Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi gejolak publik yang tak diinginkan.

“Dan kita doakan polisi supaya bisa bekerja maksimal dan sesuai harapan kita Muhammad Kece segera ditangkap,” pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Ketua Umum Dewan Tanfidzi Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif memberikan maklumat kepada Polri dalam waktu 3×24 jam untuk menangkap Muhammad Kece.

Jika hal itu tidak dilakukan, ia menjanjikan akan mengerahkan massa kembali untuk turun ke jalan menggelar aksi menuntut penegakan hukum terhadap Youtuber tersebut.

Pos terkait