Pemerhati Pendidikan Desak Mendikbud Ristek Segerakan Bantuan TIK SMA

  • Whatsapp
ilustrasi
Sekolah. [ilustrasi]

Inisiatifnews.com – Koordinator Presidium Pemuda Pemerhati Pendidikan Indonesia, Rofi Alghifahri Lubis menyampaikan bahwa pihaknya masih mengecewakan mengapa Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) belum juga menjalankan program bantuan Teknologi Informasi Komputer (TIK) di Sekolah Menengah Akhir (SMA).

Padahal menurutnya, proyek pengadaan bantuan TIK untuk penunjang pendidikan belajar mengajar di SMA sudah sangat diperlukan, mengingat sebentar lagi program pembelajaran tatap muka (PTM) bakal segera dilaksanakan.

“Progam tersebut belum juga dilaksanakan. Melihat dari berbagai sumber, dimana penyerapan anggaran kementerian pendidikan yang nyatanya sudah masuk semester dua dalam penyerapan anggaran sangat minim sekitar 30%,” kata Rofi kepada wartawan, Minggu (29/8/2021).

Ia melihat bahwa perubahana struktur organisasi di Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) di tubuh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi dijadikan dalih mengapa program tersebut terhambat untuk dilaksanakan.

Akan tetapi, menurut Rofi, restrukturisasi tersebut tidak bisa serta merta dijadikan alasan pembenaran sehingga penyerapan anggaran tidak terlaksana dan program menjadi terkatung-katung.

“Kami menyadari adanya restrukturisasi dalam tubuh kementerian pendidikan dimulai digantinya Ditjend DIKDASMEN bukan menjadi alasan terlambatnya pelaksanaan bantuan fisik alat TIK di SMA, karena Direktur SMA Purwadi Sutanto merupakan ASN lama dalam tubuh kemendikbud,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Mendikbud Risten Nadiem Anwar Makarim untuk memperhatikan pelaksanaan program tersebut.

“Meminta kepada Nadiem Makarim untuk menyegerakan progam bantuan TIK untuk SMA,” tegasnya.

Kemudian, ia juga meminta agar Menteri Nadiem melakukan evaluasi menyeluruh kepada jajaran di bawahnya, khususnya mereka yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan program bantuan TIK untuk SMA ini. Begitu juga dengan evaluasi seluruh program yang ada agar bisa dilaksanakan dan para peserta didik di seluruh Indonesia bisa merasakan manfaat program baik pemerintah ini.

“Meminta Nadiem Makarim untuk memerintahkan Ditjen DIKKASMEN mengevaluasi seluruh program yang belum dilaksanakan,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa pemerintah sedang menggelontorkan dana sebesar Rp3,7 triliun untuk tahun anggaran 2021. Dana sebesar itu digunakan untuk pengadaan peralatan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) pendidikan.

Kemudian dari total anggaran yang digelontorkan itu, sekitar Rp2,4 triliun akan menjadi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang bertujuan untuk pengadaan peralatan TIK sebanyak 242.565 unit dengan rincian laptop dan pelaratan penunjang sekolah lainnya, seperti halnya printer, scanner, wireless router dan konektor di 15.656 sekolah.

Sementara untuk target anggaran sampai 2024 nanti, Kemendikbud Risten menganggarkan dana sebesar Rp17 triliun untuk pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan.

Menurut Kepala Biro Perencanaan Kemendikbud Ristek, Samsuri menyampaikan kepada wartawan pada hari Jumat 30 Juli 2021 lalu, bahwa dana sebesar itu tentunya tetap melihat dengan kondisi keuangan negara saat ini.

“Rp 17 (triliun) itu iya, ya harapannya Mas Menteri (Nadiem Makarim) itu bisa tuntas sampai 2024, tapi sekali lagi kan tergantung kondisi keuangan negara ya,” ucap dia.