Loyalis AHY Tak Hargai Pendiri Partai Demokrat

  • Whatsapp
Para preman saat mendatangi Hotel JHL Serpong.

Inisiatifnews.com – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS menilai, aksi pengeroyokan dan intimidasi dari kelompok pendukung Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di dalam acara haul Partai Demokrat yang digagas oleh para pendiri partai berlambang mersi itu cukup memalukan.

Betapa tidak, Fernando menilai, aksi para loyalis Partai Demokrat kepemimpinan AHY menunjukkan arogansi dari organisasi partai yang dipimpin oleh keluarga Cikeas itu.

Bacaan Lainnya

“Semakin menunjukkan sikap arogansi dari pihak AHY yang menganggap bahwa Partai Demokrat hanya milik mereka sendiri dan tidak menghargai pendiri partai untuk merayakan hari lahir partai yang mereka dirikan,” kata Fernando kepada wartawan di Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (10/9/2021).

Jika memang partai kepemimpinan AHY itu menjunjung tinggi nilai demokrasi dan keadaban dalam berpolitik, Fernando menilai seharusnya putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang dan mengikuti acara yang digagas oleh para pendiri partai tersebut.

“Justru seharusnya AHY menghadiri acara yang digagas oleh Hencky Luntungan tersebut untuk membuktikan kalau memang ia memiliki jiwa kepemimpinan yang selama ini digaungkan para loyalisnya,” imbuhnya.

Fernando juga menilai, bahwa dengan tidak bolehnya Hencky Luntungan dan Max Rompas merayakan harlah Partai Demokrat dengan versi para pendiri semakin membuktikan bahwa Partai Demokrat yang seharusnya milik rakyat dan aset bangsa ingin dikuasai oleh segelintir orang. Sekaligus bukti bahwa AHY bukan sosok pemimpin yang matang memimpin organisasi partai tersebut.

“Selain itu membuktikan kalau AHY memang belum matang dan siap untuk memimpin partai politik apalagi untuk memimpin Indonesia,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa sejumlah pendiri Partai Demokrat berencana untuk menggelar HUT Partai Demokrat pada tanggal 10 September. Acara digelar di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong.

Berdasarkan keterangan inisiator reuni dan haul Partai Demokrat, Hencky Luntungan, bahwa acara tersebut tidak dalam rangka mengusik siapapun. Hanya saja dirinya ingin silaturrahmi dan reuni bareng para pendiri Partai Demokrat, sekaligus doa bersama untuk para pendiri yang sudah meninggal dunia, termasuk Ventje Rumangkang.

“Tidak ada refleksi apa-apa, tapi hanya doa bersama atas seluruh rekan-rekan yang sudah meninggal karena membesarkan partai ini, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemotongan tumpeng untuk keselamatan, penjelasan dari Prof Rompas untuk perkembangan Partai Demokrat dari awal sampai sekarang,” jelas Hencky kepada wartawan hari ini.

Selain itu, acara rencananya dilakukan dengan nonton bareng video dokumenter, termasuk acara ramah tamah dengan kegiatan makan-makan saja.

“Nonton bareng dan makan-makan, tidak ada deklarasi, tidak ada momentum politik praktis. Bahkan orang-orang yang saya undang tidak boleh membawa atribut,” imbuhnya.

Namun sayangnya, acara akhirnya dipangkas karena intimidasi dari kelompok simpatisan AHY. Acara hanya berlangsung doa bersama dan pemotongan tumpeng saja.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar pukul 18.30 WIB, sebanyak kurang lebih 50 orang pemuda mendatangi paksa Hotel untuk meminta acara dibatalkan, beberapa dari mereka tampak mengenakan baju Partai Demokrat.

Bahkan mereka pun sampai teriak-teriak di dalam hotel dan masuk ke area acara di lantai 2 hotel tersebut. Situasi itu pun sempat membuat ketakutan dan menimbulkan rasa cemas para pengunjung hotel.

Massa berhasil dipaksa membubarkan diri setelah Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin mendatangi lokasi kerumunan massa simpatisan AHY tersebut.

Pos terkait