PB SEMMI Nilai Presiden Jokowi Sosok Pemimpin Negarawan dan Bijaksana

  • Whatsapp
jokowi prabowo
Prabowo Subianto dan Joko Widodo bertemu di MRT usai Pilpres 2019 berakhir.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Dukungan penolakan Presiden Joko Widodo terhadap wacana jabatan Presiden tiga periode mengalir deras dari berbagai kalangan, salah satunya dari element mahasiswa. Salah satunya adalah dari unsur Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PB SEMMI, Gurun Arisastra mengapresiasi sikap dan keputusan Presiden Joko Widodo yang menolak wacana jabatan Presiden tiga periode, yang memang saat ini bergulir di Senayan itu.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat apresiasi sikap dan keputusan Presiden Jokowi menolak wacana jabatan Presiden tiga periode,” kata Gurun, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, sikap Presiden Joko Widodo menolak wacana jabatan Presiden tiga periode merupakan sikap negarawan dan bijaksana.

“Menolak jabatan Presiden tiga periode itu ciri pemimpin negarawan dan bijaksana,” ujarnya.

Gurun menambahkan, bahwa penilaian negarawan kepada Presiden Joko Widodo didasarkan karena menghormati apa yang sudah tertuang di dalam konstitusi, sedangkan penilaian bijaksana didasarkan karena menghormati sejarah reformasi dan sikap menolak tersebut diartikan pula menolak lahirnya kembali rezim otoriter serta menghormati demokrasi.

“Sikap Presiden menolak wacana Jabatan Presiden tiga periode itu negarawan, berarti beliau menghormati konstitusi, lalu beliau juga bijaksana karena sikap menolaknya sama saja menghormati sejarah lahirnya reformasi dan sama saja menolak lahirnya kembali rezim otoriter serta menghormati demokrasi,” terang Gurun.

Ia mengaku heran mengapa wacana jabatan Presiden 3 periode itu selalu muncul, padahal kata Gurun, Presiden Jokowi sendiri sudah memberi sikap penolakan wacana tersebut sejak 15 Maret 2021.

“Saya cukup heran sih wacana ini terus muncul, padahal pak Jokowi sudah mengambil sikap sejak 15 Maret 2021 lalu. Semestinya pihak-pihak yang ngotot dengan wacana ini berhenti karena sudah ada sikap dan keputusan kan, contohlah sikap negarawan dan bijaksana Presiden Jokowi, sebaiknya fokus membantu bersama-sama menyelesaikan permasalahan dalam negeri ini terutama virus covid-19 yang masih menggurita,” pungkasnya.

Pos terkait