Menag Kutip Puisi Gus Mus Saat Pidato Forum Antaragama G20

  • Whatsapp
IMG 20210915 WA0014
Menag KH. Yaqut Cholil Qoumas saat penutupan Forum Antaragama G20 secara virtual yang digelar di Bologna, Italia, Selasa (14/09/21) malam.

Inisiatifnews.com – Menteri Agama (Menag) KH. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama G20 di Bologna, Italia, Selasa (14/09/21) malam.

Di hadapan Presiden dan Perdana Menteri Italia, sejumlah menteri, pemimpin agama-agama serta intelektual dari berbagai negara, Menag memberikan isyarat tentang ikhtiar perdamaian global melalui Forum Antaragama G20.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, tahun 2022 mendatang, giliran Indonesia akan menjadi tuan rumah.

Menag mengajak seluruh tokoh yang hadir untuk mengakui sejarah yang sulit dan didominasi oleh konflik selama berabad-abad dalam pergaulan antarkelompok agama dan antarbangsa.

“Baru sesudah Perang Dunia II masyarakat internasional berupaya membangun konsensus untuk mewujudkan tata dunia yang lebih aman dan stabil, dengan lahirnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dibentuknya Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ungkap Menag penutupan Forum Antaragama G20 di Bologna, Italia, yang digelar virtual Selasa (14/09/21) malam.

Gus Yaqut mengingatkan, tata dunia baru itu hingga kini masih rapuh. Sedangkan pola pikir yang diwarnai dorongan permusuhan dan konflik masih membayang-bayangi umat manusia.

Gus Yaqut pun menyerukan kepada para pemimpin dunia, baik pemimpin politik maupun pemimpin agama serta intelektual, menyempurnakan dan mengukuhkan konstruksi tata dunia pasca Perang Dunia II. Yakni dengan membangun konsensus perdamaian atas dasar nilai-nilai peradaban bersama.

Di akhir pidato, Gus Yaqut membacakan puisi karya KH. Mustofa Bisri (Gus Mus).

“Agama, adalah kereta kencana yang disediakan Tuhan, untuk kendaraan kalian berangkat menuju hadiratNya. Jangan terpukau keindahannya saja. Apalagi sampai dengan saudara-saudara sendiri bertikai, berebut tempat paling depan. Kereta kencana cukup luas untuk semua hamba yang rindu Tuhan.” (INI)

Pos terkait