Ketum PB HMI Sentil Novel Cs Buat Kantor Tandingan KPK

  • Whatsapp
TWK
Kantor darurat pegawai KPK tak lolos TWK.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO, Ahmad Latupono menyayangkan sikap Novel Baswedan dan teman-temannya yang mendirikan posko atau kantor darurat di sekitar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Ahmad, tindakan Novel cs tersebut aneh dan cenderung memberikan pesan sentimen negatif kepada lembaga antirasuah.

Bacaan Lainnya

“Jelas ini ngaco, mereka ini nggak jelas, dan ini jelas bentuk penghinaan terhadap KPK,” kata Ahmad dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (16/9).

Seharusnya kata Ahmad, langkah semacam itu tidak seharusnya diambil oleh Novel dalam menyikapi kekecewaannya dipecat dari KPK karena tidak lolos seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dikatakannya lagi, bahwa seharusnya aparat keamanan yang ada bertindak tegas terhadap pendirian posko ilegal yang dilakukan oleh Novel Cs tersebut.

“Saya minta aparat tindak tegas mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terpancing dengan sentimen negarif yang dilancarkan oleh Novel Cs tersebut, khususnya terkait dengan kekecewaan bekas penyidik KPK itu karena tidak lulus seleksi TWK.

“Saya meminta kepada semua pihak tetap jaga kondusifitas nasional,” serunya.

Dan kepada para mantan pegawai KPK, Ahmad juga menyerukan agar mereka menghormati prosedur hukum yang ada. Tidak justru memicu letupan yang seharusnya tidak perlu terjadi.

“Tolong hormati prosedur hukum yang berlaku, terkhusus pada orang-orang yang memang nggak bertugas lagi di KPK, mari kita sama-sama jaga kondusifitas nasional, jangan sampai ini menjadi agenda provokasi terselubung dan memecah konsentrasi nasional di tengah menghadapi pengendalian pandemi,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui bahwa tertanggal 15 September 2021 ada sejumlah pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan koalisi masyarakat sipil antikorupsi mendirikan kantor darurat di depan Gedung ACLC-KPK. Pendirian kantor darurat ini diketahui dalam rangka merespon pemecatan terhadap Novel Baswedan dan kawan-kawannya itu pada tanggal 30 September 2021 nanti.

Pos terkait