Habib Husin Harap Muhammad Kece Contoh Penyesalan Yahya Waloni

  • Whatsapp
Husin Shihab
Sekretaris Jendral Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH), Husin Shihab.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Direktur Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Husin Alwi Shihab menyampaikan aspirasi atas permintaan maaf Yahya Waloni terhadap umat nasrani.

Hal ini disampaikan oleh Yahya Waloni saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus dugaan penodaan agama.

Bacaan Lainnya

“Di luar kesalahannya, saya respect Yahya Waloni udah minta maaf dan ngaku bersalah,” kata Habib Husin, Senin (27/9).

Ia berharap apa yang dilakukan oleh Yahya Waloni bisa dicontoh oleh Muhammad Kosman alias Muhammad Kece.

“Tinggal Kece yang harus minta maaf secara terbuka ke umat Islam,” ujarnya.

Ia harap, setelah kasus yang menyeret Yahya Waloni dan Muhammad Kece bisa memberikan pendidikan yang baik kepada publik, agar tindakan penodaan agama tidak kembali terjadi. Sehingga kerukunan antar umat beragama, sebangsa dan setanah air bisa terawat dengan baik.

“Dengan kejadian ini, berharap kerukunan antar umat beragama terjaga,” tandasnya.

Yahya Waloni Menyesal

Tersangka kasus penodaan agama, Yahya Waloni, meminta maaf kepada kaum Nasrani. Yahya Waloni mengaku menyesal karena merasa apa yang dilakukannya melanggar etika dalam berdakwah.
Awalnya Yahya Waloni menyampaikan mencabut surat kuasanya kepada pengacaranya dan mencabut gugatan praperadilannya.

Kemudian Yahya Waloni memberikan pernyataannya dalam sidang praperadilan yang digelar di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (27/9).

“Ada hal yang ingin saya sampaikan bahwa masalah saya ini bukan masalah berat, masalah saya ini adalah masalah etika, kesantunan dan moralitas. Saya kira terkait dengan apa yang sudah kita lalui tadi mengenai hukum pelaksanaan daripada sidang praperadilan itu tidak mungkin saya lakukan dan sudah disahkan,” kata Yahya.

Kemudian Yahya mengaku, sebagai manusia yang dididik di suatu lingkungan yang beretika dan bermoral baik, ia menyampaikan ingin meminta maaf dan siap menerima konsekuensi dakwah yang telah melampaui batasan etika. Ia mengaku menyesal telah menyampaikan pernyataannya dalam video yang telah viral itu.

“Saya dalam hal ini sebagai manusia normal yang hidup di didik dalam satu lingkungan yang beretika dan bermoral baik, memohon maaf atas khilaf dan salah saya yang tidak memberikan contoh yang baik dalam menetapkan sebuah konsekuensi komitmen dakwah sehingga telah melampaui batasan-batasan etika dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” kata Yahya.

“Dan ini yang saya sangat sesali setelah melihat video itu rasanya tidak sesuai dengan apa yang saya tekuni selama ini sebagai seorang pendakwah. Nabi mengajarkan kita untuk selalu mengedepankan akhlakul karimah,” imbuhnya.

Pos terkait