Yang Minta Densus 88 Bubar Mungkin Punya Koneksi ke Teroris

  • Whatsapp
densus 88
Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Inisiatifnews.com – Tokoh agama dari Jawa Timur, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menegaskan bahwa saat ini masyarakat sudah banyak yang mendukung upaya negara dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

Apalagi kata Habib Syakur, persoalan terorisme adalah sebuah ancaman yang nyata, bukan hanya di Indonesia saja tapi di seluruh belahan dunia.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat Indonesia sekarang luar biasa nyalinya. Mereka sudah tidak takut lagi dengan teroris. Sehingga menurut saya Densus 88 dan TNI sudah terbantu dengan sikap masyarakat ini,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Rabu (13/10).

Penanggulangan dan pemberantasan terorisme di Indonesia menurutnya adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh negara. Bahkan seluruh satuan yang berkonsentrasi pada upaya tersebut harus diperkuat.

Bahkan kata Habib Syakur, kerja keras aparat keamanan baik Densus 88, TNI maupun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) adalah bukti negara hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Tidak seperti kondisi di Timur Tengah yang cenderung marak aksi terorisme.

“Masyarakat kita jelas lebih mendukung pemberantasan terorisme, dan kita masih perlukan peran Densus 88,” ujarnya.

Ia sangat menyayangkan adanya sekelompok masyarakat maupun individu yang justru malah mendesak pembubaran pasukan khusus milik negara untuk memberantas terorisme ini.

Narasi semacam itu kata Habib Syakur perlu disikapi serius. Ia khawatir mereka malah memiliki afiliasi dengan kelompok yang doyan membuat onar negara tersebut.

“Saya itu kesimpulan, negara harus hadir bersama rakyat, jangan pandang sebelah mata rakyat. Patut dicurigai siapa saja yang membuat pernyataan Densus 88 harus dibubarkan, itu ada benang merah dengan jaringan teroris internasional,” tandasnya.

Pos terkait