Mahfud MD Bahagia, Keluarga Saiful Mahdi Bisa Sarapan Bareng Lagi

Saiful Mahdi
Saiful Mahdi dan keluarga saat sarapan bersama hari ini. [foto : Instagram/mohmahfudmd]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD mengaku sangat terharu dengan kiriman foto yang ia terima dari keluarga dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Saiful Mahdi.

Foto yang ia terima pagi ini adalah suasana bahagia anak-anak Saiful Mahdi yang senang akhirnya bisa sarapan dan berkumpul lagi dengan sang ayah yang sebelumnya mendekam di penjara karena kasus UU ITE.

Bacaan Lainnya

“Saya terharu, ikut senang, dan bersyukur, Alhamdulillah,” kata Mahfud, Kamis (14/10).

Apalagi Salwa, salah satu putri Saiful Mahdi dan Dian Rubianty juga menyampaikan rasa terima kasih kepadanya karena perjuangan amnesti dan abolisi yang dilakukan pemerintah terhadap ayahnya itu.

“Pak Mahfud terima kasih ya. Salwa udah bisa sarapan lagi bersama Ayah,” tulis Mahfud menirukan pesan Salwa.

Mahfud pun menyampaikan pesan balasan kepada Salwa dan keluarga Saiful Mahdi yang kini bisa kembali berkumpul bahagia bersama.

“Terima kasih kembali Salwa, salam hangat untuk ayah dan ibu, juga untuk saudara-saudara di Banda Aceh,” ucap Mahfud.

Perlu diketahui, bahwa Saiful Mahdi sebelumnya divonis bersalah oleh majelis hakim PN Banda Aceh karena disebut bersalah dalam kasus pelanggaran Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Karena kasasinya ditolak Mahkamah Agung yang akhirnya menguatkan putusan PN Banda Aceh, Saiful Mahdi pun dijebloskan ke dalam penjara selama 3 (tiga) bulan dan denda sebesar Rp10 juta subsidair 1 bulan penjara.

Saiful Mahdi pun dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banda Aceh pada 2 September 2021.

Kemudian, istri Saiful Mahdi yakni Dian Rubianty memohon pertolongan kepada Menko Polhukam agar sang suami bisa dibebaskan. Dialog itu dilakukan pada tanggal 21 September 2021, usai menerima keluh kesah itu, Menko Polhukam pun menggelar rapat internal untuk membahas kelanjutan upaya amnesti dan abolisi terhadap Saiful Mahdi.

Selanjutnya, pada tanggal 24 September 2021, Mahfud MD melaporkannya kepada Presiden Joko Widodo agar diterima amnesti untuk Saiful Mahdi. Dan beruntung, Presiden merestuinya, sehingga tanggal 27 September 2021 surat permohonan amnesti diserahkan ke DPR untuk disetujui. Karena berdasarkan Pasal 14 ayat 2 UUD 1945, pemberian amnesti oleh Presiden harus disertai persetujuan dari DPR RI.

Kemudian pada tanggal 7 Oktober 2021, melalui rapat paripurna penutupan masa sidang, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengetuk palu persetujuan DPR atas ijin amnesti Presiden kepada Saiful Mahdi.

Atas pemberian amnesti itulah, pada tanggal 13 Oktober 2021, Saiful Mahdi akhirnya bisa keluar dari Lapas Kelas II A Banda Aceh dan bebas secara murni.

Pos terkait