BEMNUS Evaluasi 2 Tahun Jokowi-Maruf, Minta Kemendikbud Ristek dan Menkes Berbenah

  • Whatsapp
Bemnus
Konferensi Pers BEM Nusantara. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Nusantara (BEMNUS) Eko Pratama ikut memberikan kritikan di momentum 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin.

Menurut Eko, ada salah satu kementerian yang perlu disorot secara tajam di momentum 2 tahun Kabinet Indonesia Maju tersebut adalah Kementerian Kesehatan yang saat ini dipimpin oleh Budi Gunadi Sadikin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kementerian ini tidak serius dalam program vaksinasi Covid-19.

“Ada pula kementerian Kesehatan yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin terang tidak serius untuk pemerataan vaksinasi. Kemenkes seolah menjadikan tolok ukur angka penurunan Covid-19 sebagai keberhasilan. Padahal di lapangan masih banyak yang belum melakukan vaksin,” kata Eko dalam keterangannya yang diterima wartawan, Kamis (21/10).

Kemudian, Presiden Mahasiswa dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) tersebut meminta agar promosi vaksinasi terus digencarkan. Termasuk memperkuat tenaga kesehatan dengan menambah jumlah nakes yang ada.

“Kami mengharap proses vaksinasi yang masif. Untuk promosi vaksin memang perlu melibatkan semua pihak. Tapi untuk vaksinasinya sendiri Kemenkes harus memperkuat tenaga, fasilitas dan penunjang kesehatan sendiri,” tambahnya.

Selanjutnya, lembaga yang disorotinya adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek). Bagi Eko, perlu ada restrukturisasi di tubuh kementerian yang saat ini dipimpin oleh Nadiem Anwar Makarim itu.

Termasuk juga persoalan tujuan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ia ingin agar Kemendikbud Ristek terbuka dan jujur secara rinci terkait dengan program tersebut.

“Untuk dunia pendidikan sendiri, mas Menteri Nadiem Makarim memang perlu untuk segera restrukturisasi kementerian. Perjelas kembali orientasi dan tujuan dari program MBKM yang semestinya bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia pun meminta agar Kemendikbud Ristek segera mengembalikan program pembelajaran tatap muka. Apalagi di situasi pandemi Covid-19 yang terus melandai dan mulai bisa ditangani dengan baik.

“Kemdikbud Ristek segera serius untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan kondisi yang sudah sangat memungkinkan ini,” imbuhnya.

Pos terkait