BEM Nusantara Apresiasi Menhan Beli Frigate Arrowhead 140

  • Whatsapp
BEM NUS
BEM Nusantara.

Inisiatifnews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa se Nusantara (BEM Nusantara) memberi apresiasi pada kinerja dan langkah Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh aliansi mahasiswa itu karena Prabowo Subianto telah meningkatkan ketahanan militer di Indonesia dengan pembelian Frigate. Mereka berharap langkah Menhan tersebut bisa mempertebal alat utama sistem pertahanan (alutsista) khususnya di Kepulauan Natuna.

Bacaan Lainnya

“Frigate Arrowhead 140, kami berharap bisa meningkatkan pertahanan Indonesia terutama yang berada di daerah terluar dan terdepan yaitu di Kepulauan Riau, Natuna Utara,” ungkap Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama dalam penjelasannya, Kamis (28/10).

Ia yakin, pengadaan kapal perang Frigate Arrowhead 140 tersebut bertujuan untuk mempertahankan teritori dan keselamatan bangsa Indonesia.

“Dengan langkah yang dilakukan pak Prabowo Subianto yang sudah melakukan penandatanganan Kontrak Komersial antara PT PAL Indonesia dengan Babcock International dalam pengadaan Kapal Perang Republik Indonesia TNI Angkatan Laut, kami dari BEM Nusantara siap membersemai. Semua itu tentu demi berkomitmen melindungi segenap bangsa Indonesia,” ujarnya.

Eko Pratama juga berharap jika Frigate Arrowhead 140 tersebut dapat menambah kesiapan PT PAL untuk menambah prestasi dalam negeri terkait kemandirian produksi alutsista Indonesia.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Provinsi Kepulauan Riau (IMPKR), Nurhidayat, menjelaskan jika langkah pembelian itu berguna untuk meningkatkan ketahanan militer di Indonesia.

“Kami sebagai mahasiswa dari kepulauan Riau juga mengapresiasi Menhan dalam hal patroli di lepas pantai laut Natuna Utara.” kata Nurhidayat.

Dirinya juga menyatakan apresiasi pada langkah TNI Angkatan Laut. Menurutnya, sejauh ini masyarakat di kawasan Natuna cukup aman dengan keberadaan pesawat intai tanpa awak di Natuna Utara.

“Kemarin-kemarinnya, TNI AL berhasil membersihkan empat skuadron alat intai pesawat tanpa awak yang ada di Natuna Utara. Itu tentu bisa mengakomodir serangan-serangan dari luar, sehingga kami yang tinggal diperbatasan cukup merasa aman akan hal itu,” terang.

Pos terkait