Mahfud MD Pantau Terus Perkembangan di Papua

  • Whatsapp
mahfud md
Menko Polhukam Mahfud MD.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD mengatakan, bahwa dirinya masih terus memantau perkembangan situasi di Papua khususnya di pegunungan Intan Jaya.

Hal ini disampaikan untuk merespon adanya seruan gencatan senjata antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua oleh 36 imam projo Gereja Katolik Keuskupan Timika dan LBH Papua.

Bacaan Lainnya

“Selaku Menko Polhukam saya juga mengikuti terus perkembangan termasuk seruan keuskupan Timika dan LBH Papua,” kata Mahfud dalam keterangannya, Minggu (31/10).

Ia juga mengaku masih terus menerima perkembangan situasi melalui alat-alat negara lainnya seperti Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengetahui apa yang terjadi sejauh ini agar dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyikapi dinamika di Indonesia bagian Timur itu.

“Saya juga terus memantau update terkini dari Polri, TNI, dan BIN,” ujarnya.

Kemudian, Mahfud juga sudah meminta kepada lembaga keamanan negara seperti TNI dan Polri untuk mengambil langkah-langkah yang sangat terukur untuk merespon situasi yang ada. Setidaknya, jangan sampai ada masyarakat sipil yang justru menjadi korban.

“Saya juga minta aparat Polri/TNI melakukan tindakan terukur agar tidak terjadi korban masyarakat sipil,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menko Mahfud juga menegaskan bahwa secara umum standar baku TNI dan Polri dalam menghadapi dan menyikapi kelompok KKB dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Di dalam standar bakunya, aparat negara memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat sipil Papua dan Papua Barat tetap menjadi prioritas utama.

“Sebenarnya seperti masyarakat tahu, Polri dan TNI sudah sangat berhati-hati melindungi warga sipil. Tapi seperti Anda tahu, OPM itu selalu menyerang dari belang dan menjadikan warga sipil sebagai tameng dan korban,” tandasnya.

Mahfud sebagai petinggi negara yang membidangi persoalan hukum dan keamanan di Indonesia terus berkoordinasi dengan Wakil Presiden KH Maruf Amin untuk menyikapi berbagai persoalan yang ada di Papua. Hal ini dilakukan karena Wapres KH Maruf Amin adalah Ketua Dewan Pengarah Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Kami terus berkordinasi di melalui kantor Wapres. Senin pagi kita akan rapat di bawah pimpinan Wapres. Baik berdasar Perpres Nomor 19 Tahun 2020 maupun UU Nomor 2 Tahun 2021 terkait Dewan Papua, (karena) pimpinan pembangunan di Papua adalah Wapres,” terangnya.

OPM Manfaatkan Keberadaan Presiden Jokowi di Italia

Selain itu, Mahfud juga menyampaikan bahwa ada kelompok OPM maupun KKB kemungkinan besar sedang menggalang wacana ke luar negeri agar mereka diperhatikan oleh negara-negara di dunia. Apalagi saat ini Presiden Joko Widodo sedang berada di Italia untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Kesan kami, OPM itu selalu mengambil momentum untuk menarik perhatian luar negeri. (Apalagi) saat ini Presiden sedang di luar negeri dan bertemu dengan tokoh-tokoh G20. Nah, OPM memanfaatkan momentum itu,” tutur Mahfud.

Padahal kata Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, dunia internasional justru menganggap negatif gerakan-gerakan separatis di sebuah negara, salah satunya adalah OPM dan KKB ini.

“Padahal di lembaga-lembaga internasional yang resmi, masalah separatisme Papua tidak pernah diagendakan. Dunia internasional melihat Papua seperti melihat daerah-daerah lain, misalnya masalah penyelamatan lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat, bukan soal disintegrasi,” pungkasnya.

Pos terkait