Tak Rela MUI Disusupi Teroris, Uki : Gue Ludahin Sih

  • Whatsapp
Uki
Dedek Prayudi.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi menyatakan bahwa ia sangat menghormati sosok yang memiliki label sebagai ulama. Dan ia sama sekali tidak sependapat bahwa ulama adalah teroris.

“Gua juga dukung ulama. Ulama bukan teroris. Ulama itu lebih dari sekadar soko guru,” kata Uki, Jumat (19/11).

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, Uki tidak rela nama baik label ulama dikotori oleh orang-orang yang merupakan bagian dari kelompok teroris, terlepas dari latar belakang apapun orang tersebut.

Apalagi sampai teroris masuk ke wadah para ulama yang notabane menjadi rujukan umat dalam berbangsa dan bersyariat.

“Makanya gua nggak mau teroris merasuki organisasi ulama,” ujarnya.

Bagi Uki, teroris tidak boleh disematkan untuk label agama apapun, karena teroris adalah perilaku kejahatan dan bukan bagian dari ajaran agama manapun.

Bahkan saking geramnya Uki dengan teroris, apalagi sampai menginfiltrasi lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI), ia rasanya ingin sekali menghinakannya.

“Teroris adalah teroris. Kalau dia sampai merasuki ulama, gue ludahin sih. Itu gue,” tegasnya.

Hal ini diutarakan Uki untuk merespon narasi negatif yang mendiskreditkan dirinya, bahwa seolah ketidaksetujuannya terhadap terorisme membuatnya benci terhadap ulama dan Islam.

Propaganda teroris

Uki juga menyampaikan bahwa ada pola propaganda dan doktrin yang dilakukan oleh kelompok teroris untuk mempengaruhi perspektif orang lain.

Di mana teroris akan memberikan label syahid kepada anggotanya yang sampai tertangkap atau tewas dalam menjalankan misinya.

“Propaganda teroris (adalah) memartirkan dan mensyahidkan sesama mereka yang tertangkap dan meninggal. Juga melabeli islamophobia siapapun yang tak mendukung mereka, terlebih mendukung counter terrorism,” paparnya.

“Tak lupa ‘kemenangan sudah di depan mata’ untuk membangun denialism,” sambungnya.

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa sudah saatnya masyarakat Indonesia mendukung upaya penanggulangan dan pemberantasan terorisme.

“Indonesia bersama Densus 88,” pungkasnya.

Pos terkait