Wamenag: Usulan Pembubaran MUI Berlebihan!

  • Whatsapp
Zainut Tauhid
Wakil Menteri Agama RI, KH Zainut Tauhid Sa'adi. [foto : dokumen Kemenag RI]

Inisiatifnews.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, isu pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) amat berlebihan.

“Saya kira hal itu terlalu berlebihan. Ibarat rumah ada tikusnya, masak rumahnya mau dibakar,” tutur Zainut dalam keterangannya, Jumat (19/11).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di sejumlah wilayah di Kota Bekasi, Jawa Batat, Selasa (16/11). Salah satunya adalah anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah yang disebut berperan dalam Jamaah Islamiyah. Isu pembubaran MUI pun mengemuka. Lembaga ini dituding sebagai sarang teroris.

Tuduhan MUI terpapar terorisme, tegas Zainut, juga sangat tidak berdasar. Karena MUI telah menetapkan fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang terorisme, bahwa terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan hukumnya adalah haram.

“Saya yakin apa yang dilakukan oleh Ahmad Zain an-Najah (AZA) tidak ada kaitannya dengan MUI, dan itu menjadi tanggung jawab pribadi,” tutur Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini.

Untuk itu, Zainut mendukung aparat memproses kasusnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Kemenag juga mengimbau, semua pihak untuk menahan diri, tetap tenang dan tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan dengan mengadu domba dan memecah belah persatuan dan kesatuan umat,” pesan Zainut.

Dikakatan Zainut, dengan ditangkapnya salah seorang pengurus Komisi Fatwa MUI dalam kasus dugaan terlibat jaringan terorisme, menyadarkan bangsa ini bahwa jaringan terorisme sudah menyusup ke berbagai kalangan dan kelompok.

“Ini menuntut kewaspadaan kita semua agar tidak lengah terhadap gerakan terorisme. Karena terorisme bisa menyusup kemana saja, tidak terbatas hanya di MUI. Mari kita menjaga kedamaian dan kerukunan dengan mengedepankan semangat persaudaraan,” pungkas Zainut. (INI)

Pos terkait