Silakan Umat Islam Ucapkan Selamat Natal, Asal Bukan Mengakui Yesus Tuhan

habib syakur
Habib Syakur bin Mahdi Al Hamid.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakir bin Ali Mahdi Al Hamid menyampaikan, bahwa pada dasarnya sah-sah saja umat Islam mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani jika memang dirasa perlu dilakukan.

Bahkan dirinya adalah salah satu orang yang ikut mengucapkan. Namun Habib Syakur tetap membatasi bahwa mengucapkan selamat natal tersebut hanya sebatas menghormati dan menjaga silaturrahmi antar umat beragama tanpa meyakini akidah mereka, salah satunya adalah Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Bacaan Lainnya

“Saya mengikuti itu dalam rangka kasih sayang dalam kemanusiaan. Jadi di sini sama-sama memperingati hari natal, saya tidak mengimani, tapi saya mengajak sesama anak bangsa merajut kasih sayang dan kebahagiaan,” kata Habib Syakur dalam bincang santai bersama Inisiatifnews.com, Minggu (26/12).

Bahkan Habib Syakur juga menceritakan bahwa kegiatannya hari ini adalah mengikuti kegiatan perayaan hari natal, dan kemarin ia juga ikut melakukan Misa di gereja-gereja yang ada di Banyuwangi Jawa Timur.

Kalau umat kristiani meyakini kelahiran Yesus Kristus, tapi saya mengimani sebagai Isa ibnu Maryam.

Bagi Habib Syakur, seluruh umat Islam tetap wajib menjaga aqidahnya sebagai umat Islam yang mengakui bahwa Allah SWT adalah Dzat dan Tuhan Yang Maha Satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Sekaligus meyakini bahwa Isa al Masih adalah Nabi yang lahir dari perut Maryam, bukan sebagai Tuhan seperti yang diyakini oleh umat kristiani.

Jika demikian yang terjadi, bagi Habib Syakur, ucapan selamat natal kepada umat non muslim tersebut jelas bisa dilakukan.

“Kalau umat kristiani meyakini kelahiran Yesus Kristus, tapi saya mengimani sebagai Isa ibnu Maryam. Kelahiran Isa ibnu Maryam adalah kelahiran seorang figur kasih sayang dalam kemanusiaan,” paparnya.

Fatwa MUI

Perlu diketahui, bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah dan ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis secara pribadi menegaskan, bahwa umat Islam boleh saja mengucapkan Selamat Natal bagi umat Kristiani yang merayakannya.

“Saya sendiri berkesimpulan bahwa hukumnya boleh mengucapkan selamat natal. Apalagi bagi yang punya saudara Nasrani atau bagi pejabat di Indonesia yang masyarakatnya plural,” kata kiai Cholil, Minggu (19/12).

kiai Cholil menilai umat Islam mengucapkan Selamat Natal hanya sekadar memberikan penghormatan kepada kaum Kristiani yang merayakannya. Bukan justru mengakui keyakinannya.

Ia lantas menjelaskan bahwa fatwa MUI tahun 1981 tentang Perayaan Natal Bersama tak menjelaskan soal pelarangan mengucapkan Selamat Natal.

“Kalau mengikuti fatwa MUI tahun 1981 bahwa yang diharamkan itu ikut upacara natalan dan ikut kegiatan natalan. Jadi soal mengucapkan Selamat Natal itu tidak dijelaskan dalam fatwa MUI itu,” kata dia.

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menyadari, bahwa sebagian ulama di Indonesia berbeda pendapat soal mengucapkan Selamat Natal. Ia lantas mengimbau bagi yang tak berkepentingan untuk mengucapkan Selamat Natal tak perlu mengucapkannya.

“Begitu juga pejabat daerah tak usah bikin spanduk untuk menghimbau mengucapkan Selamat Natal,” kata dia.

Pos terkait