Lawan Kelompok Khilafah Anti Vaksinasi, Habib Syakur Semangati TNI-Polri

habib syakur
Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid menyampaikan, bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia harus memberikan dukungan kepada TNI-Polri dalam upaya memerangi kelompok pemecah belah bangsa seperti khilafah.

Menurutnya, kelompok pengasong Khilafah yang masih aktif mempropagandakan idelogi trans nasional mereka cenderung akan terus mengganggu roda pemerintahan dan keberlangsungan bangsa Indonesia di bawah naungan Pancasila dan NKRI. Hal ini dikatakan Habib Syakur, karena mereka memang mengingkan sistem negara di Indonesia diubah menjadi daulah Islamiyah atau negara Islam.

Bacaan Lainnya

“Saya ingin menyemangati TNI-Polri, dimana yang memusuhi TNI-POLRI itu muaranya adalah kelompok khilafah, dan ini tidak perlu ada waspada secara khusus,” kata Habib Syakur dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/12).

Menurut Habib Syakur, saat ini banyak rakyat yang sudah menyadari busuknya propaganda kelompok tersebut. Sehingga banyak yang mulai mendukung TNI-POLRI untuk membubarkan dan memerangi kelompok khilafah sampai ke akar-akarnya.

Ditambah lagi kata Habib Syakur, banyak pengasong Khilafah ini yang anti vaksinasi. Padahal untuk situasi darurat kesehatan seperti ini karena hantaman pandemi Covid-19, vaksinasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menekan laju kasus terinfeksi korona sampai pada tahapan parah.

“Kita sedang memerangi Covid-19, pemerintah wajib didukung khususnya arah ke mana kemerdekaan Covid-19 dan vaksin. Wajib hukumnya anak bangsa cinta tanah air menjaga keutuhan NKRI, karena kelompok khilafah tidak mau NKRI itu utuh. Saya ingin semua bersatu,” jelasnya.

Disebutkannya, kelompok khilafah saat ini menyusup ke lintas sektoral untuk memprovokasi masyarakat agar tidak percaya kinerja Pemerintah dan kebijakan vaksinasi. Bagi Habib Syakur, ini sudah wajib diwaspadai dan perlu ada antisipasi serius dari semua pihak.

“Pengeboman memang berkurang, tapi masuk ke pemikiran-pemikiran seperti ini yang akan menggerus rakyat Indonesia dari masalah nasional ini. Upaya teroris menggoyang dengan mosi tidak percaya kepada vaksin,” tandasnya.

Pos terkait