Alissa Wahid Sebel Lihat Umat Islam Asal Rusak Sajen di Lumajang

alissa wahid
Alissa Wahid. [source photo : Shinta Meliza/DewiMagazine]

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Koordinator Gusdurian Nasional, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid alias Alissa Wahid memberikan komentarnya terkait adanya video viral seseorang merusak sajen di kawasan erupsi Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur.

Perusakan tersebut disinyalir karena menilai sajen adalah bentuk perbuatan syirik. Bahkan di dalam video tersebut, perusak sembari memekikkan takbir.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Alissa, bahwa keyakinan bahwa sajen adalah bentuk tindakan yang dilarang adalah sah-sah saja.

“Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja,” kata Alissa Wahid, Minggu (9/1).

Namun yang tidak boleh adalah memaksakan bahwa keyakinannya adalah yang paling benar adalah salah. Hal ini karena faktanya banyak orang-orang yang memiliki keyakinan lain yang perlu untuk dihormati, apalagi di tengah bangsa yang majemuk.

“Tapi memaksakan itu kepada yang meyakininya, itu yang tidak boleh,” tegasnya.

Bagi Alissa, sebagai seorang yang beriman tidak perlu melakukan hal tersebut. Karena menghormati keyakinan orang lain juga tak kalah penting untuk mengukuhkan ukhuwah berbangsa.

“Repot memang kalau ketemu yang model-model begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja,” tegasnya.

Perlu diketahui, sebuah video ramai menjadi perbincangan banyak kalangan. Video tersebut tampak dua orang mengabadikan sebuah aktifitas perusakan sajen warga.

Seorang pria dengan penutup kepala hitam memakai rompi dan sarung berada di kawasan Desa Sumbersari, Lumajang, Jawa Timur. Pria tersebut mengatakan bahwa sajen-sajen yang ia temukan itu adalah bentuk penyebab Tuhan murka dan menurunkan musibah. Kemudian, ia pun merusak dan membuang hasil sajen tersebut sembari mengucapkan takbir dan mengepalkan tangan kiri ke atas.

perusak sesajen
Pria perusak sesajen di Lumajang.

“Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah hingga Allah menurunkan adzabnya,” kata pria tersebut.

Sekedar diketahui, bahwa sajen tersebut diketahui adalah bentuk ritual masyarakat untuk ruwatan atau sedekah desa. Biasanya, ritual tersebut adalah permohonan kepada Sang Pencipta untuk keselamatan.

Tidak hanya sajen yang ada di tanah saja, beberapa sajen yang terletak di punden juga dibuang.

Pos terkait