Hikam Sarankan Presiden Jokowi dan PDIP Tanggapi Serius Pesan Megawati

Hikam
Akademisi di Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam. [foto : Istimewa]

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Akademisi dari President University, Muhammad AS Hikam menilai, bahwa narasi Megawati Soekarnoputri tentang adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah situasi Pandemi Covid-19 harus disikapi serius oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan PDIP sebagai partai politik.

“Bu Megawai tentang adanya pihak yang ambil untung dalam situasi pandemi adalah sinyal politik terhadap pemerintah Presiden Jokowi,” kata Hikam, Selasa (11/1).

Bacaan Lainnya

Narasi dari Megawati ini perlu disikapi serius karena bisa berdampak domino jika sampai tidak ditindaklanjuti, dampaknya adalah Pemilu 2024 mendatang.

“Kalau tak digubris, bisa sangat berdampak pada elektabilitas PDIP di 2024,” ujarnya.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menyikapi sentimen yang digelontorkan oleh Megawati di tengah pidatonya di HUT PDIP ke 49 tersebut, Hikam memberikan saran agar Presiden Joko Widodo mengambil sikap yang sagat tegas terhadap berbagai potensi tindak pidana korupsi di pemerintahannya saat ini.

“Presiden Jokowi mesti lebih tegas terhadap para pelanggar hukum, khusunya yang menjadi sorotan publik dalam berbagai kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dan pelanggaran hak-hak kewarganegaraan,” tuturnya.

Selain itu, Hikam yang juga Menteri Negara bidang Riset dan Teknologi era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut menyarankan, agar Megawati Soekarnoputri melakukn evaliasi secara mendalam di internalnya agar tidak ada kader yang melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi.

Apalagi faktanya, tak sedikit kader partai berlambang banteng moncong putih itu yang terjerat di dalam kasus tindak pidana korupsi. Yang cukup menggemparkan adalah kasus pelanggaran tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yang notabane adalah kader PDIP.

“PDIP melakukan introspeksi ke dalam terhadap kader-kadernya tang terlibat dalam tipikor,” sambungnya.

Lebih lanjut, Hikam juga mengatakan bahwa untuk menyongsong pemilu 2024 tidak bisa serta merta PDIP percaya diri begitu saja bakal menang, meskipun dua periode ini mereka berada di urutan tertinggi dalam perolehan suara di kontestasi politik elektoral.

“Politisi PDIP dan pendukung Presiden Jokowi tidak bisa taken for granted alias merasa sudah menang dalam menghadapi 2024, baik Pileg, Pilpres, maupun Pilkada,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyindir ada pihak-pihak tertentu yang mencari untung di tengah situasi pandemi Covid-19. Bahkan, ia mengibaratkan mereka sebagai kelompok politik yang mencoba memancing di air keruh.

“Ada juga suatu kelompok kepentingan yang bertindak bagaikan benalu yang menginduk pada inangnya atas nama pandemi, mereka masih mencari keuntungan materi,” kata Megawati dalam pidatonya di puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDI-P, Senin (10/1).

Kendati demikian, Megawati tak menyebut siapa pihak yang dimaksud itu. Hanya saja, dia mengaku heran. Sebab, dalam situasi pandemi seperti saat ini, seharusnya dapat menjadi momentum yang membuat para pemimpin dan rakyat bersatu.

“Berbagai hal ini yang menjadi kritik dan auto kritik bangsa, termasuk seluruh kader partai, agar pandemi membawa persatuan erat antara pemimpin dan rakyat, rakyat dan pemimpinnya,” nilai Megawati.

Pos terkait