Mahfud MD Ucap Selamat Harlah NU ke 96

Mahfud Md
Menteri Koordinator bidang Polhukam, Mahfud MD dalam Pembukaan Muktamar IV Wahdah Islamiyah.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan ucapan selamat kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang bertambah usia ke 96 tahun.

“Selamat Harlah Ke 96 kepada Nahdlatul Ulama (NU),” kata Mahfud, Senin (31/1).

Bacaan Lainnya

Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini mengatakan, bahwa Indonesia sudah sepatutnya berterima kasih kepada NU atas kiprahnya selama ini dalam rangka ikut membangun bangsa dan negara.

Apalagi, NU adalah salah satu motor penggerak perjuangan perebutan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bangsa Indonesia telah merasakan berkah dari perkhidmatan NU saat ikut mendirikan dan menjaga NKRI,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mahfud yang merupakan tokoh asli Madura ini berharap besar kepada NU agar terus meningkatkan diri dan terus menyebarkan perdamaian di seluruh dunia dengan konsep Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam.

“Kita berharap semoga ke depannya NU semakin kuat menyebarkan kedamaian Islam sebagai rahmatan lil alamiin,” harapnya.

Terakhir, Mahfud juga menyinggung tentang nasionalisme di dalam NU. Karena ternyata organisasi besutan Hadlratus Syekh Hasyim Asyari itu sangat menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta tanah airnya. Bahkan di kalangan nahdliyyin dikenal dengan cinta tanah air adalah sebagian dari iman, atau dalam bahasa arabnya disebut Hubbul Wathon Minal Iman.

“Hubbul wathan min al iman,” pungkas Mahfud.

Perlu diketahui, bahwa tepat pada hari ini, NU 96 tahun silam didirikan oleh tiga ulama besar asal Jawa Timur, yakni Syekh Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullah dan KH Bisri Syansuri. Mereka bertiga mendeklarasikan NU pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur.

Dan salah satu perjuangan yang dikenal saat melawan penjajahan adalah seruan Resolusi Jihad yang diprakarsai oleh KH Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Resolusi Jihad ini adalah salah satu bentuk perlawanan kalangan santri dan ulama serta para kiai kepada penjajah Belanda yang masih mencoba berkuasa walaupun 17 Agustus 1945 Indonesia Merdeka telah diproklamirkan.

Pos terkait