Rektor IPDN Nilai Mahfud MD Mampu Stabilkan Situasi Polhukam Nasional

Mahfud MD
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dinilai berhasil menjaga situasi politik tetap stabil.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hadi Prabowo yang menyampaikan mengapresiasi terhadap kepemimpinan Mahfud MD dalam acara Stadium General IPDN bertema “Penguatan Stabilitas Politik, Hukum dan Keamanan dalam Negeri” di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (30/3/2022).

Bacaan Lainnya

“Situasinya di bawah kepemimpinan Bapak Profesor Doktor Muhammad Mahfud MD ini, situasi politik hukum dan keamanan dalam negeri ini sangat stabil, kondusif dan terkendali,” kata Hadi.

Menurut Hadi, hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan indeks demokrasi Indonesia sebesar 6,71 pada 2021, dibandingkan 2020 yang mencapai 6,30.

“Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan demokrasi yang menjadi tantangan bangsa pada tahap era reformasi ini cukup baik. Tingkat keamanan pun cukup baik, lebih khusus adalah terkait dengan indikator makro ekonomi juga cukup baik,” ujar Hadi.

Hadi mengungkapkan indikator makro ekonomi pada 2021 cukup menggembirakan. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional sudah mencapai 3,69 persen pada 2021, sedangkan 2020 mengalami kontraksi minus 2,07 persen.

Hadi menuturkan angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 9,71 persen dari 10,19 persen. Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka yang mengalami penurunan menjadi 6,49 persen dari sebelumnya 7,07 persen.

“Terkait dengan konsumsi rumah tangga juga ada peningkatan 3,55 persen dan juga kaitannya investasi 3,8 persen dan indeks pembangunan manusia telah mencapai 72,29 persen dibanding tahun 2020 sebesar 71,94 persen,” kata Hadi.

Indeks persepsi korupsi Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada 2020, skor indeks persepsi korupsi sebesar 37 dengan peringkat 102. Sementara, pada 2021 meningkat menjadi 38 dengan peringkat 96. Untuk ease doing business mengalami peningkatan mencapai angka 73, daya saing nasional berada pada posisi 37 dan bisnis digital Indonesia pada angka 52.

“Hal inilah yang sangat membanggakan. Oleh karena itu, pada hari ini seluruh civitas academica IPDN ingin mendapat penjelasan langsung dan tentunya akan meningkatkan wawasan kapasitas praja juga para dosen akan lebih memahami apa kebijakan-kebijakan Bapak Menko Polhukam yang memiliki fungsi tugas dalam penyelenggaraan koordinasi, sinkronisasi, pengendalian dan juga perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang politik, hukum, dan keamanan,” ujar Hadi.

Hadi optimistis materi yang disampaikan Mahfud MD akan membuat seluruh praja IPDN mendapatkan pemahaman secara utuh dalam menentukan langkah sikap Bersama. Tujuannya supaya tidak terbawa arus dengan berita-berita hoax yang bertebaran di media sosial.

Hadi menyatakan saat ini permasalahan yang dihadapi akan lebih meningkat dan dinamis secara praktis. Pasalnya, Indonesia akan berhadapan dengan pemilu dan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2024. Hadi melihat penanganan keamanan di Indonesia sudah cukup bagus. Pemerintah sudah bisa menangkal adanya radikalisme, ekstremisme, separatisme, terlebih khusus terorisme.

“Apa yang disampaikan Bapak Menko Polhukam akan menambah wawasan kita dan memberikan semangat dalam pengabdian diri kita untuk negara dan bangsa. Bahwa kita tidak akan mampu di dalam meningkatkan perwujudan kesejahteraan masyarakat tanpa adanya pertumbuhan ekonomi,” ungkap Hadi.

“Pertumbuhan ekonomi juga tidak akan bisa diwujudkan tanpa adanya pembangunan. Pembangunan tidak akan bisa diwujudkan tanpa adanya stabilitas politik, hukum, keamanan yang kondusif, yang stabil dan terkendali,” tutur Hadi Prabowo.

Pos terkait