Aksi Teatrikal Kentongan Dukung KPK-BPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Formula E

Gerakan Satuan Padu
Aksi unjuk rasa gerakan Satuan Padu (SAPU) Formula E di depan KPK.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Kelompok massa tergabung dalam Gerakan Satu Padu (Sapu) menabuh kentongan saat melakukan aksi jihad lawan korupsi Formula E di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan.

Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan dan perhatian serius kepada penyidik KPK agar tidak mengulur-ulur waktu skandal dugaan korupsi Formula E.

Bacaan Lainnya

“Aksi memukul kentongan ke KPK hari ini adalah agar KPK tidak budeg mendengarkan aspirasi kami. Yaitu menuntaskan kasus Formula E dan menaikkan statusnya ke penyidikan,” tegas Koordinator Aksi Daud dalam orasinya di atas mobil komando, Jumat (27/5).

Selain kentongan, massa juga membawa alat peraga lainnya berupa spanduk dan poster berisikan sentilan-sentilan terkait kasus Formula E.

“Kalau KPK Ga Sanggup Usut Kasus Dugaan Korupsi Formula E, Kejagung agar Ambil Alih Kasus Ini !! Biar Bisa Segera Diusut Tuntas; Semoga Singkatan KPK Masih Komisi Pemberantasan Korupsi Tidak Diganti dengan Kelompok Pembela Kadrun; KPK Jangan Pandang Bulu, Tidak Ada yang Kebal Hukum !! Usut Tuntas Korupsi Formula E. Panggil Anies Baswedan, Bank DKI, Jakpro & Marcus John”.

Daud berpesan agar lembaga antirasuah berkomitmen untuk terus menyediliki kasus dugaan korupsiĀ Formula EĀ Jakarta. Apalagi, kata dia, Formula E sangat jelas hanya dipakai sebagai kepentingan politik Anies Baswedan bukan untuk kepentingan masyarakat DKI Jakarta. Sehingga sangat dipaksakan untuk pencitraan dan mengesampingkan kepentingan prioritas warga DKI.

“Penyelenggaraan Formula E, BPK harus turun tangan untuk memback up KPK agar tidak ada penyelewengan dana rakyat. Jangan sampai duit rakyat dibuang-buang hanya untuk kepentingan sesaat,” paparnya.

Selain itu, tambah dia, KPK yang hingga kini belum juga meminta keterangan Marcus John sang calo Formula E. Makanya, kata dia, KPK agar segera memanggil untuk mendalami informasi biaya membeli hak penyelenggaraan dan komitmen fee Formula E. Sebab, kata mereka, Marcus John sebagai penghubung Jakpro dengan FIA Formula E sangat mengetahui jumlah besaran sesungguhnya membeli hak penyelenggaraan dan komitmen fee Formula E.

“KPK agar segera memanggil Marcus John sang calo Formula E. Dan sebelum penyelenggaraan berlangsung agar memanggil Anies Baswedan, Bank DKI dan Jakpro,” sebutnya.

Pos terkait