Habib Syakur Puji Mahfud MD Dorong Keterbukaan Penuntasan Kasus Brigadir J

habib syakur
Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid memberikan apresiasi kepada Menko Polhukam Mahfud MD, terkait dengan dorongannya agar hasil autopsi ulang atau ekshumasi terhadap jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dibuka ke publik.

“Apa yang disampaikan Pak Mahfud itu pasti sikap pemerintah. Bahwa hasil autopsi ulang memang bukan rekam medis yang harus dirahasiakan, akan tetapi boleh dipublikasi bahkan harus dibuka, demi kepentingan publik,” kata Habib Syakur, Senin (1/8).

Bacaan Lainnya

Alasan mengapa ia setuju hasil ekshumasi segera dibuka, karena semua masyarakat Indonesia melihat betul kasus ini sekaligus menguji apakah Polri bersikap sesuai dengan integritasnya atau tidak.

“Saya kira keluarga Brigadir J menunggu integritas Polri, bagaimana orang terkasih mereka harus diakhiri hidupnya oleh sesama polisi di rumah pimpinannya. Ingat, public common sense itu tak bisa dibohongi dengan drama,” ujarnya.

Lagi-lagi, ia pun mendorong agar Kapolri mengambil sikapnya tegas agar kasus ini tidak terkesan menjadi ajang deal or no deal saja. Apalagi kata Habib Syakur, kasus pembunuhan Brigadir J adalah kasus kriminalitas biasa.

“Kapolri punya integritas, saya kira perlu ditunjukkan sehingga kerja-kerja anak buah tidak malah merobek wajah beliau, apalagi melumat marwah institusi Kepolisian, jangan sampai,” tandasnya.

Lebih lanjut, ulama asal Kota Malang ini mendoakan agar Polri di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu menjalankan amanat yang baik untuk menegakkan keadilan.

“Saya yakin Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada Polri untuk menjalankan amanat rakyat, menjalankan amanat Presiden dan menjaga nama baik penegakan hukum di Republik Indonesia kita tercinta ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar tim penyidik Polri mengikuti saja arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah menyatakan bahwa proses penyelidikan hingga penyidikan kasus kematian mantan ajudan Kadiv Propam Polri itu dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Jadi ikuti saja arahan Kapolri, ini akan dibuka secara transparan ke publik,” kata Mahfud MD, Jumat (29/7).

Kemudian, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengingatkan bahwa akal pikiran masyarakat terhadap kasus yang telah menyedot perhatian publik ini jangan sampai dipermainkan.

“Karena publik common sense itu tidak bisa dibohongi,” ujarnya.

Selain itu, alasan mengapa hasil autopsi harus dibuka ke publik, karena dikatakan Mahfud, itu bukan dokumen rahasia medis dari seorang pasien yang dilindungi hak privasinya.

“Autopsi ini kan diperlukan dalam proses penyelidikan, penyidikan dan seterusnya, dan itu tidak dilarang (untuk dibuka ke publik) karena itu bukan rahasia kesehatan,” paparnya.

Pos terkait