GPMI Sarankan Ichwanul Muslimin Tutup Mata Jika Tak Bangga dengan JIS

Syarief Hidayatulloh
Ketua Umum PB GPMI, H Syarief Hidayatulloh.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (PB GPMI) H Syarief Hidayatulloh tak masalah ketika ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak bangga dengan Jakarta International Stadium (JIS) yang kini dipersembahkan Anies Baswedan kepada Persija dan The Jakmania.

“Nggak apa-apa Ichwanul tidak bangga dengan adanya JIS. Tapi bertahun-tahun The Jak sangat merindukan lapangan ini,” kata Syarief kepada wartawan, Rabu (3/8).

Bacaan Lainnya

Ia juga menilai, persoalan robohnya pagar pembatas penonton di area tribun seharusnya tidak menjadi persoalan yang serius, karena hanya sebuah musibah dan bisa segera diperbaiki.

“Kalau masalah roboh pagar itu hal mudah, dapat segera diatasi. Seperti pagar gedung DPR RI yang setiap kali ada demo besar bisa berpotensi roboh,” ujarnya.

Kemudian, Syarief pun menilai bahwa statemen Ichwanul Muslimin cenderung hanya asal kecap, sehingga tidak perlu direspon terlalu besar.

Ia pun menyarankan agar kader Partai Gerindra DKI Jakarta itu tutup mata saja terhadap JIS jika tidak merasa bangga dengan salah satu hasil karya pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.

“Ichwanul asal jeplak, tidak berfikir kepentingan Jakarta. Kalau malu, tutup mata sendiri saja,” ketusnya.

Sebelumnya, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Ichwanul Muslimin menentang pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyebut Jakarta International Stadium (JIS) sebagai kebanggaan warga Jakarta.

Sebab kata Ichwanul, ia malah merasa tidak bangga sama sekali dengan berdirinya stadion kandang klub sepak bola Persija itu.

Ia mengatakan hal ini karena berkaca pada kejadian ambruknya pagar pembatas tribun dengan lapangan pada saat grand launching JIS, Minggu (24/7) lalu. Padahal, stadion yang dibangun dengan memakan anggaran Rp 4,5 triliun itu baru beberapa bulan dipakai.

“Kalian ini (Jakpro) dengan enak minta anggaran bangun dan alasan untuk kebanggaan warga Jakarta, tapi saya gak ada bangga-bangganya. Terus terang saja bikin malu,” ujar Ichwanul dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/8).

Ia mempertanyakan peran Jakpro selaku pemilik proyek dalam melakukan pengawasan terhadap kontraktor yang mengerjakan.

Pos terkait