Alissa Wahid Tak Ingin Hukum Jadi Alat Penjegal

alissa wahid
Sekjen Gerakan Suluh Kebangsaan Alissa Wahid saat menjadi narasumber dialog kebangsaan di Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa (19/02/2019) malam.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Koordinator Jaringan GusDurian Nasional, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid alias Alissa Wahid tak setuju dengan wacana gencarnya penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi hanya untuk menjegal lawan politik, termasuk kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Dimana kabarnya KPK akan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang melibatkan Cak Imin dalam kasus Durian Gate maupun yang ada di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) tahun 2012 lalu.

Bacaan Lainnya

Wacana ini muncul pasca Cak Imin berkoalisi dengan Anies Baswedan untuk menjadi pasangan Capres-Cawapres yang telah dideklarasikan di Hotel Majapahit Surabaya pada hari Sabtu (2/8) siang kemarin.

“Saya ambivalen soal ini. Wajib memang bagi Negara untuk memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan kasus korupsi yang menjahati rakyat. Di sisi lain, (walau saya bermasalah dengan Cak Imin cs) saya tak ingin kontestasi politik menjadikan hukum sebagai bahan jegal-jegalan,” kata Alissa Wahid dalam keterangannya, Sabtu (2/9).

Langkah apa pun yang dilakukan hanya dalam dalam rangka menjegal seseorang untuk berkontestasi politik adalah sesuatu yang tidak sehat bagi iklim sosial politik dan hukum di Indonesia.

“Itu bahaya bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut menegaskan bahwa perspektif ini tidak hanya ditujukannya kepada Cak Imin saja. Akan tetapi kepada semua kandidat atau kontestan politik lainnya.

“Ini bukan hanya kasus yang terkait yang bersangkutan ya. Segala kasus siapa pun yang diungkap untuk main jegal-jegalan, saya tidak setuju. Itu menggadaikan kedaulatan hukum di Indonesia, hanya untuk kepentingan 5 tahunan. Semoga tidak ada,” terangnya.

Lebih lanjut, Alissa Wahid bahwa sekalipun dirinya dan keluarga besarnya tidak seirama dengan langkah dan pemikiran Cak Imin yang dikenal sebagai penjegal Gus Dur, namun ia lebih memiliki tetap adil seperti yang diajarkan oleh sang ayah.

“Walaupun cs-nya Cak Imin meremehkan Gusdurian yang katanya cuma 150 orang aja, setidaknya kami keukeuh mengambil keteladanan GusDur untuk bersikap adil dan memikirkan Indonesia, tidak mikir hanya balas dendam, & tidak menggadaikan ideologi demi jabatan dan kekuasaan,” pungkasnya.

Pos terkait